
Kopi dikenal dengan minuman yang memiliki kandungan kafein yang berkadar tinggi (Muhibatul, 2014). Kafein adalah senyawa alkaloid metilxantine (basa purin) yang berwujud kristal berwarna putih dan bersifat psikoaktif. Kafein pada kopi diketahui memiliki manfaat apabila dikonsumsi oleh manusia dan juga memiliki dampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi pada saat kondisi tubuh tertentu serta dalam kadar jumlah kafein yang cukup tinggi.
Ketika berbicara tentang minum kopi, banyak perubahan yang terjadi pada gaya hidup generasi muda saat ini. Salah satunya adalah kebiasaan mengopi saat pagi dan sore hari. Kebiasaan ini biasanya dilakukan bersama teman kerja, sambil berbincang mengenai banyak hal. Kebiasaan mengonsumsi kopi di pagi hari memang menjadi moodboster bagi sebagian orang. Terutama sebagai penyemangat menjalani aktivitas pagi. Kebiasaan ini tentu bisa berdampak positif dan negatif bagi kondisi kesehatan seseorang.
Dampak Positif Konsumsi Kopi
Beberapa senyawa dalam kopi ternyata memiliki manfaat baik untuk tubuh jika dikonsumsi dengan jumlah yang tepat, misalnya:
- Membantu mengurangi risiko alzheimer dan parkinson
Hal ini disebabkan oleh senyawa yang ada dalam kopi yang disebut sebagai fenilindan, memiliki dampak yang baik bagi kesehatan. Senyawa ini muncul selama proses roasting kopi. Fenilindan pada kopi tidak hanya berguna untuk menimbulkan rasa pahit pada kopi tapi juga menghambat penggabungan protein beta amiloid dan protein tau, yaitu dua jenis protein yang umum ditemukan pada otak pasien penderita Alzheimer dan Parkinson.
- Kopi dapat membantu meningkatkan memori jangka pendek manusia
Hal ini dapat terjadi karena senyawa kafein yang terkandung dalam kopi akan bereaksi secara kimia untuk menstimulasi dan membantu kerja otak merakit neuron, sehingga reaksi tersebut bisa mempercepat kemampuan otak dalam menerima rangsangan dan informasi. Efeknya, tentu kemampuan daya ingat dan fokus kerja otak dalam jangka pendek juga meningkat.
- Kopi dapat membantu meredakan sakit kepala
Kandungan kafein yang terdapat pada kopi dapat membantu meningkatkan khasiat obat-obatan yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit sementara, seperti aspirin, midol dan excedrin. Selain itu, kafein dalam jumlah yang kecil memang sering digunakan sebagai bahan dasar dari banyak obat sakit kepala dan migrain karena kafein memiliki sifat vasoconstrictive yang bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan dapat membatasi aliran darah. Oleh sebab itu, kafein dapat membantu meredakan sakit kepala dan migrain yang terjadi karena kondisi pembuluh darah yang membesar.
- Kopi merupakan diuretik yang baik.
Minum kopi dapat membuat orang menjadi lebih sering buang air kecil. Hal ini dapat terjadi karena minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, memiliki efek diuretik yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urine. Kondisi ini bisa membantu tubuh merangsang proses pembuangan zat atau kandungan yang tidak lagi dibutuhkan tubuh melalui urin.
- Meningkatkan suasana hati
Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan bahkan meningkatkan suasana hati. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian dari Harvard’s School of Public Health di tahun 2013, di mana efek kain terbukti bisa meningkatkan suasana hati dan menurunkan risiko depresi dan keinginan untuk bunuh diri.
- Menurunkan risiko kanker
Salah satu efek positif dari minum kopi setiap hari adalah mencegah kanker dan penyakit kronis lainnya. Jika seseorang minum tiga sampai lima gelas kopi setiap hari, ini bisa menurunkan risiko penyakit parkinson, kanker, diabetes tipe-2, demensia, hingga penyakit hati.
Dampak Negatif Konsumsi Kopi
Selain memiliki dampak positif, konsumsi kopi ternyata tidak selamanya membawa dampak positif. Faktanya, mengonsumsi kopi juga dapat menimbulkan beberapa efek negatif yang justru dapat mengganggu kondisi kesehatan.
- Menyebabkan inkontinensia
Kopi memang merupakan diuretik yang baik, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, kandungan kafein di dalamnya bisa berdampak buruk. Hal itu bisa membuat orang tersebut mengalami inkontinensia atau kondisi yang membuat seseorang tidak bisa mengendalikan frekuensi buang air kecil.
- Menyebabkan insomnia
Banyak orang yang sengaja mengonsumsi kopi dengan tujuan untuk begadang dan bisa terjaga semalaman. Namun, bagi sebagian orang, efek ini bisa menjadi masalah tersendiri. Akibat konsumsi kopi secara berlebih, seseorang bisa sulit tidur atau mengalami gangguan tidur seperti insomnia yang berkepanjangan. Kandungan kafein ternyata berperan sebagai stimulan yang bisa menghambat kerja adenosine receptor , yaitu senyawa yang membuat seseorang merasa mengantuk. Nah, untuk kamu yang memiliki aktivitas di keesokan paginya, entah bekerja atau sekolah, sebaiknya jangan mengonsumsi kopi pada malam harinya.
- Berisiko bagi pengidap diabetes
Konsumsi kafein yang berlebih mungkin dapat membahayakan bagi para penderita diabetes. Terutama bagi kesehatan penderita diabetes tipe 2. Hal ini diakibatkan oleh efek yang dihasilkan oleh kafein terhadap metabolisme penderita diabetes tipe 2. Kandungan kafein ternyata dapat merusak metabolisme dan pengolahan glukosa pada mereka yang menderita diabetes tipe 2.
- Memperparah kondisi orang yang berpenyakit jantung
Konsumsi kopi dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Hal ini dapat terjadi karena setelah konsumsi kafein, maka jantung akan mengalami kontraksi yang kuat. Oleh karena itu, penderita penyakit jantung koroner atau penderita gangguan penyempitan pada pembuluh darah, biasanya tidak direkomendasikan mengonsumsi kopi secara berlebih. Jika masih ingin mengonsumsi kopi, sebaiknya tidak lebih dari satu gelas per hari dengan jenis kopi yang tidak terlalu keras.
- Menyebabkan tulang keropos
Kafein dalam jumlah besar dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme kalsium. Ini dapat berkontribusi pada penipisan tulang (osteoporosis). Jika kamu mengonsumsi terlalu banyak, kafein juga dapat menyebabkan otot kamu berkedut.Jika mengalami penarikan kafein, gejala mungkin termasuk otot pegal.
- Mengalami gangguan kecemasan
Kafein dikenal karena kemampuannya meningkatkan kewaspadaan karena menghalangi efek adenosin, zat kimia otak yang menyebabkan kelelahan pada tubuh. Namun, kafein dalam jumlah besar bisa membuat kamu gelisah. Kegelisahan dan kecemasan yang disebabkan oleh terlalu banyak minum kopi disebut kafeinisme.
Setelah mengetahui dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan oleh konsumsi kopi, dalam mengonsumsi kopi yaitu sebanyak 200 miligram perhari, atau setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi. Hanya saja justru kita pribadi yang seharusnya memahami letak batas kewajaran dalam mengonsumsi kopi, sebab ada yang minum secangkir kopi bisa menjadikannya insomnia, namun tak jarang yang minum tiga cangkir sekaligus tetap bisa tidur dengan lelap. Jadi intinya dalam pembahasan diatas adalah meminum kopi itu sendiri mempunyai manfaat yang baik untuk tubuh kita apabila dikonsumsi sesuai dengan dosis yang pas dan tidak berlebihan. Dan jalan yang paling bijak ketika kita sakit karena kopi adalah dengan memanfaatkan kopi herbal yang memang benar-benar tanpa efek samping.
Sumber :
https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/download/13096/6553
Wafa Askia Fitriani//LMA.2321016
https://www.yesdok.com/id/article/anda-minum-kopi-setiap-hari-ini-efek-positif-dan-negatifnya/#