Saat sekolah dulu, mungkin julukan “paru-paru dunia” bukanlah hal yang asing. Istilah tersebut digunakan untuk negara dengan hutan terluas di dunia. Banyak orang yang sudah mengetahui kalau pohon (dan tumbuhan secara umum) menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia dan hewan melalui proses fotosintesis. Dari istilah “paru-paru dunia” tadi, maka tidak heran kalau orang-orang beranggapan kalau pohon-lah penyandang gelar produsen oksigen terbesar di bumi.
Walaupun demikian, ternyata gelar produsen oksigen terbesar di bumi dipegang oleh organisme bernama Fitoplankton. Makhluk yang tinggal di perairan ini adalah jenis plankton yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan, seperti alga. Hal inilah yang menyebabkan fitoplankton dapat berfotosintesis dan menghasilkan oksigen sendiri, sama seperti tumbuh-tumbuhan.

Fitoplankton dapat memproduksi setidaknya 50% oksigen di bumi per tahun, dibandingkan pohon yang hanya memproduksi sekitar 20% saja. Hal ini terjadi karena sebagian besar permukaan bumi merupakan perairan. Akan tetapi, 50% oksigen yang berasal dari fitoplankton tadi tidak bisa digunakan manusia untuk bernapas. Seluruh oksigen tersebut digunakan oleh makhluk hidup yang hidup di lautan. Sehingga, fungsi oksigen hasil produksi fitoplankton tadi adalah menjaga rantai makanan di bumi.
Walaupun pohon tidak memproduksi oksigen sebanyak fitoplankton, bukan berarti sahabat LEMMA bisa bebas mengabaikan kebersihan dan kelestarian pohon dan lingkungan sekitar ya.
REFERENSI
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6522233/bukan-hutan-penyedia-oksigen-terbanyak-di-bumi-lantas-apahttps://www.ruangguru.com/blog/benarkah-penyumbang-oksigen-terbesar-kita-berasal-dari-pohon
Faizi Muhammad Belva//LMA.2221010