Film Dilan 1990 mungkin saat itu menjadi film yang sangat ramai dibicarakan di kelas. Tentang bagaimana Dilan mencuri hati Milea dengan gombalan-gombalan di atas rata-rata, yang membuat semua perempuan di kelas menjerit kegirangan dan berharap nantinya ada sosok laki-laki seperti Dilan yang menjadikannya Milea. Dilan-Milea memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka terlihat ‘waw’ menjadi pasangan pelajarLanjutkan membaca “Gedung Merah Bata di Jalan Pramuka”
Arsip Kategori: Send.Me
USAI
Mungkin,Melepasmu jalan satu-satunya menghapus gerimis setiap kali langit Menangis Seketika ingatanku melayang Andai saja kau tidak menyapa di saat aku butuh teman bicara,Andai saja kamu tidak memberi hangat ketika aku butuh dekap,Andai saja kamu bukanlah jingga pada senja yang kita tatap Lalu andai saja, seluruh andai yang tertulis pada bait puisiku ini tidak nyata, mungkinLanjutkan membaca “USAI”
Rindu
Teman…Mengucapkannya seperti ini membuatku merindukanmuSekarang untuk bertemuSudah menjadi sulit bagi kita Aku merindukanmuBerapa banyak kerinduan yang harus kutanggungWaktu terlalu kejamApakah waktu bisa dihentikanAku sudah muak dengan waktu yang berlalu begitu cepat Semuanya tampak seperti mimpiTetapi…Aku percaya dapat bertemu denganmu kembaliAku percaya…Pagi hari akan kembaliKarena tidak ada kegelapanYang dapat bertahan selamanya Dian Putri PangestuLMA.2019005
Toxic Relationship
Di dalam kamar dengan naungan cahaya yang lembut , aku termenung membayangkan betapa egoisnya kehidupanku di masa lalu. Entah mengapa, itu membuatku mengerti apa arti penyesalan datang diakhir. Aku adalah Jiyan, tidak ada yang spesial di dalam diriku. Aku berada dalam keluarga yang bisa dibilang terpandang baik dengan keadaan yang sangat cukup. Suatu hari ketikaLanjutkan membaca “Toxic Relationship”
Rintik
Kali ini kotaku berselimut mendung, mengantarkan rintik hujan yang perlahan terjun. Membawa aroma yang memanjakan indera penciumanku yang telah lama tertutup aroma debu. Meski melodi rintik tak mau membisu, alunannya tetap mengantarkan ingatanku berlabuh. Rintik, aku, kelas dan kamu. Kala itu, mataku tak henti menatap waktu, berlari kecil tak peduli percikkan air dari sepatu. KelasLanjutkan membaca “Rintik”