Sobat Lemma pasti sudah tahu bahwa menjaga pola tidur sangat penting untuk tubuh kita. Selain untuk memenuhi kebutuhan istirahat setelah beraktivitas sepanjang hari, ada banyak hal unik yang terjadi saat kita terlelap, loh.
Apa saja yang terjadi saat kita tertidur?
- Otak tetap bekerja aktif seperti saat kita terjaga
Ternyata ketika kita sedang beristirahat, otak tetap bekerja aktif, Sobat Lemma. Ini karena ada banyak hal yang harus “diurus” oleh otak saat kita tertidur. Otak memproses segala macam informasi dan memori yang kita alami selama seharian dan menyaring yang tidak perlu disimpan supaya tidak memenuhi “brankas” ingatan kita. Inilah mengapa kadang kita bahkan sudah lupa kemarin makan apa, karena menurut otak itu bukan ingatan yang penting lagi. Benar sih, yang lebih penting itu berpikir hari ini mau makan apa😅
Selain mengolah informasi-informasi, otak juga sibuk mengurus mimpi kita. Bagian otak yang bertanggung jawab terhadap emosi dan imajinasi justru bekerja lebih aktif daripada ketika kita sadar. Inilah sebabnya mimpi bisa terasa begitu nyata, meskipun logikanya sering tidak masuk akal. Bahkan sebenarnya, mimpi hanya berlangsung beberapa detik, otaklah yang membuatnya terasa lama.
- Penurunan suhu tubuh dan berat badan
Tepat sebelum kita tertidur, suhu tubuh inti akan mulai menurun. Hal ini yang membuat otak melepaskan melatonin, yaitu hormon yang mempengaruhi ritme sirkadian. Ritme sirkadian sendiri adalah “jam biologis” tubuh yang memberi tahu tubuh kapan waktu tidur dan bangun. Saat kita tertidur dan memasuki tahap REM (Rapid Eye Movement) atau fase tidur paling nyenyak, tubuh kehilangan kemampuannya untuk mengatur suhu sehingga suhu tubuh menurun. Inilah sebabnya mengapa kadang tubuh kita terasa dingin saat terbangun, yang juga menambah rasa nikmat kasur dan malas bangun😴
Saat kita tertidur, berat badan juga berkurang loh, Sobat Lemma. Ini terjadi karena tubuh tetap membakar kalori saat kita terlelap. Selain itu, tubuh juga kehilangan banyak cairan lewat keringat dan hembusan udara lembap saat bernapas di malam hari. Ini juga terjadi selama siang hari, akan tetapi tubuh masih diisi makanan dan minuman yang membatalkan efek penurunan berat badan alami ini. Sedangkan saat kita tertidur, tubuh tidak mendapatkan asupan apapun sehingga berat badan berkurang walaupun dalam jumlah yang kecil. Saat ini jugalah di mana tubuh melaparkan diri.
Selain tubuh tetap membakar kalori saat kita tertidur, sistem pencernaan tubuh juga terus mengatur kadar hormon lapar, yaitu leptin dan ghrelin. Leptin membantu menghambat rasa lapar dan mengatur keseimbangan energi dalam tubuh. Sebaliknya, ghrelin berfungsi untuk merangsang nafsu makan dan mengendalikan pelepasan insulin. Itulah sebabnya orang-orang yang kurang tidur saat larut malam biasanya akan merasa sangat lapar begitu bangun pagi karena keseimbangan dua hormon tersebut terganggu.
Fun fact lagi, setiap malam, tubuh kita memendek sekitar 1 cm, loh! Hal ini karena adanya tekanan gravitasi pada tulang belakang. Tapi tenang saja, Sobat Lemma, kita akan kembali ke tinggi awal kita setelah tidur.
- Tubuh kehilangan kendali gerak
Sobat Lemma pasti pernah kan, perasaan waktu mau tidur meluk guling, kok bangun-bangun gulingnya ada di lantai? Hal ini karena tubuh bergerak diluar kendali saat kita tidur. Kondisi ini sebenarnya lebih mengarah ke penyakit Restless Leg Syndrome atau sindrom kaki gelisah. Adanya sensasi tidak nyaman pada kaki seperti kesemutan, gatal, atau sensasi tersengat listrik. Gejala tersebut yang memicu kita untuk menggerakkan tubuh dan kaki kita agar terasa lebih lega.
Selain RLS, pernah nggak sih, rasanya tiba-tiba tubuh tersentak karena merasakan sensasi bermimpi seperti terpeleset atau jatuh ke jurang? Rasanya kaget, kan? Nah, sensasi aneh ini dikenal sebagai sentakan hipnagogik. Sentakan hipnagogik adalah kejang otot bawah sadar yang terjadi saat tubuh hendak terlelap. Terkadang kita bisa mulai bermimpi duluan sebelum tubuh benar-benar “shut down”. Sensasi terjatuh ini terjadi karena tubuh masih berada di masa transisi antara terjaga dan terlelap, sehingga tubuh merasa kebingungan. Seakan otak ingin kita cepat-cepat tidur, tapi tubuh ketinggalan untuk menyamai kecepatan otak. Akibatnya terjadi “miskomunikasi” yang menyebabkan sentakan hipnagonik.
Berbicara tentang kehilangan kendali gerak, jadi teringat sleep paralysis atau yang biasa kita kenal dengan istilah “ketindihan”. Sebenarnya ada penjelasan logisnya kok, jadi tidak perlu dikaitkan dengan hal mistis yaa, hihihi😁. Sleep paralysis terjadi saat fase tidur REM dimana kita tidak bisa menggerakkan satu otot pun, kecuali otot mata dan sistem pernafasan. Kondisi ini disebut dengan atonia, yang bertujuan untuk menjaga tubuh dari gerak-gerik yang sedang kita lakukan di alam mimpi. Siapa tahu di mimpi kita sedang lari maraton, jangan sampai kita tiba-tiba bangun dari kasur dan lari juga🏃🏻➡️
Nah, hal ini juga menjelaskan alasan terjadinya sleep walking atau “tidur berjalan”. Kondisi ini terjadi karena kurangnya atonia dalam tahap tidur tertentu. Pada penderita sleep walking, atonia tidak terjadi sepenuhnya sehingga mereka dapat bergerak dan melakukan aktivitas fisik meskipun otaknya sedang dalam keadaan terlelap. Ini yang serem, Sobat Lemma, sehingga atonia saat sleep paralysis juga penting untuk menjaga keselamatan kita.
Kalau suatu saat nanti kalian terbangun dan merasa “ketindihan”, jangan cemas. Anggap saja ini karena otak terbangun lebih dulu namun tubuh masih dalam kondisi tertidur, sehingga ini sebenarnya adalah cara otak untuk mencoba memahami kesadaran saat masih sebagian dalam keadaan mimpi.
- Daya tahan tubuh tetap aktif
Tidur memang membuat tingkat kewaspadaan kita menurun. Namun, hal ini tidak berlaku dengan daya tahan tubuh Anda. Sistem imun kita tidak pernah lengah dalam menjaga kesehatan tubuh kita dari serangan berbagai penyakit. Saat kita tertidur, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut sitokin yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan membantu tubuh melawan infeksi, peradangan, atau stres. Itulah sebabnya saat kita sakit, dokter pasti menyarankan untuk banyak istirahat agar lebih cepat pulih. Selama kualitas tidur terjaga dengan baik, kita juga tidak akan mudah sakit.
Banyak juga yang terjadi saat kita tertidur ya, Sobat Lemma? Sepenting itu efek tidur untuk tubuh kita, sehingga jangan lupa istirahat yang cukup! Semangat!✊🏻
Refrensi:
Oleh: Kezia Revival Satria Widjaja / LMA.2423017