Pernahkah kalian mencium aroma parfum di jalan dan mengingat seseorang dari masa lampau? Atau mendengar sebuah lagu yang tiba-tiba membawamu ke masa lalu? Semua itu tidak terjadi secara acak di diri kita, lho! Itu semua berkat si Hippocampus.
Hippocampus adalah bagian otak yang berbentuk seperti kuda laut dan berasa dari bahasa Yunani, yaitu hippos yang artinya kuda dan kompos yang artinya monster laut. Hippocampus adalah bagian dari sistem limbik, area otak yang mengatur reaksi emosional kita seperti respons fight or flight (melawan atau melarikan diri) saat dihadapkan oleh situasi negatif atau pemicu stres. Letaknya berada di bagian dalam lobus temporal, tak jauh dari pusat otak. Ada satu bagian hippocampus pada setiap sisi kepala.
Hippocampus berperan penting dalam proses belajar serta dalam pembentukan, penyimpanan, dan pengambilan memori jangka panjang. Bagian otak ini terutama mengelola memori deklaratif, yaitu ingatan yang sengaja untuk diingat, seperti fakta dan pengalaman pribadi, misalnya mengingat tanggal penting atau kejadian tertentu. Berbeda dengan itu, hippocampus tidak berperan dalam memori prosedural seperti kemampuan berjalan, berlari, atau mengendarai sepeda yang berlangsung secara otomatis. Selain itu, hippocampus juga berkontribusi pada memori eksplisit yang berkaitan dengan peristiwa yang secara sadar dilakukan, serta memori spasial yang membantu kita mengenali dan mengingat lokasi atau arah di sekitar kita.
Pernahkah kamu teringat dengan sangat jelas pada suatu peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam, seperti saat bahagia, takut, atau sedih? Hal itu terjadi karena hippocampus dan amigdala bekerja berdampingan dalam otak. Hippocampus bertugas menyimpan dan memproses kenangan, sementara amigdala mengatur emosi yang menyertai pengalaman tersebut. Ketika kita merasakan emosi yang kuat, amigdala memberi sinyal pada hippocampus untuk menandai peristiwa itu sebagai sesuatu yang penting. Karena itulah, kenangan yang melibatkan perasaan mendalam cenderung tersimpan lebih lama dan lebih jelas di ingatan kita.
Hippocampus yang rusak dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan memori, lho! Contohnya pada pasien yang menderita penyakit Alzheimer. Pada kondisi tersebut, hippocampus mengalami penyusutan sehingga kemampuan otak untuk menyimpan dan mengambil kenangan baru menjadi terganggu. Pasien mungkin masih bisa mengingat peristiwa lama sebelum hippocampus terluka, tetapi kesulitan mengingat hal-hal yang baru saja terjadi. Misalnya, mereka bisa mengenali anggota keluarga yang sudah lama dikenal, namun lupa percakapan yang baru berlangsung beberapa menit sebelumnya. Gangguan pada hippocampus juga dapat membuat seseorang kehilangan orientasi ruang dan waktu, sehingga mudah tersesat atau bingung dengan lingkungan di sekitarnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran hippocampus dalam menjaga kesinambungan ingatan dan kesadaran diri kita sehari-hari.
Menjaga hippocampus tetap sehat penting untuk mempertahankan daya ingat dan kemampuan belajar kita. Ada banyak hal sederhana yang bisa membantu otak bekerja lebih optimal. Tidur yang cukup, misalnya, memberi waktu bagi hippocampus untuk memproses dan menyimpan kenangan dari pengalaman sehari-hari. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau bersepeda juga terbukti dapat merangsang pertumbuhan sel-sel baru di area ini. Selain itu, belajar hal baru dan berinteraksi dengan orang lain membantu menjaga koneksi antar neuron agar tetap aktif. Meditasi atau waktu tenang juga bermanfaat karena membantu mengurangi stres yang bisa melemahkan fungsi hippocampus. Sebaliknya, stres berkepanjangan, kurang tidur, dan kebiasaan hidup tidak sehat seperti merokok atau pola makan buruk dapat merusak jaringan otak secara perlahan. Jadi, menjaga keseimbangan hidup, tidur cukup, berolahraga, dan tetap aktif secara mental maupun sosial bisa menjadi langkah nyata untuk merawat hippocampus dan menjaga ingatan tetap tajam.
Hippocampus bukan sekadar tempat penyimpanan masa lalu, melainkan juga alat yang membantu kita memahami hidup dan menyiapkan masa depan. Profesor Lee Inah dari Seoul National University pernah menjelaskan bahwa hippocampus mampu mengingat setiap kejadian, bahkan yang hanya terjadi sekali, dan semua kenangan itu membentuk gunung pengalaman yang kita bawa sepanjang hidup. Dari sanalah kita belajar mengenali pola, mengambil pelajaran, dan memprediksi langkah berikutnya. Seperti kata beliau, “Kenangan hanya untuk dikenang, bukan untuk menahan kita di masa lalu.” Jadi, setiap tawa, kehilangan, dan pertemuan kecil yang tersimpan di hippocampus bukan sekadar nostalgia, melainkan modal penting agar kita bisa melangkah lebih bijak ke masa depan. Karena ingatan ada untuk menuntun, bukan untuk menahan kita di masa lampau.
Refrensi:
Oleh: Meuthyananda Ardaranie / LMA.2423021