Laksamana Muda Tadashi Maeda atau yang sering dikenal Laksamana Muda Maeda lahir di sebuah kota Kajiki di Provinsi Kagoshima, Jepang pada tanggal 3 Maret 1898 dan berasalah dari keluarga keturunan kelas samurai. Dengan latar belakang bersekolah di Akademi Angkatan Laut Jepang spesialis Navigasi, Laksamana Muda Maeda dipercayai beberapa posisi sebelum ditugaskan di Indonesia. Beberapa di anataramya, Laksamana Muda Maeda pernah ditugaskansebagai Staf Khusus Seksi Urusan Erop dan menjadi Atase Angakatan Laut untuk Belanda. Selama kependudukan Jepang di Indonesia, Laksamana Muda Maeda dipercayai untuk mengemban tugas menjadi Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang.
Laksamana Muda Maeda dikenal masayarakat karena sifar toleransi dan simpatinya yang besar terhadap kemerdekaan Bangsa Indonesia. Salah satu kontribusi terbesar yang pernah dilakukan Laksamana Muda Maeda adalag meminjamkan rumah dinasnya sebagai tempat untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Berkat bantuan dan rasa iba dari Laksamana Muda Meda inilah teks proklamasi yang selama ini kita kenal sebagai munci kemerdekaan Bangsa Indonesia disusun dengan lancar.
Akan tetapi niat baik Laksamana Muda Maeda ini diketahui sekutu selepas Jepang harus pergi meninggalkan tanah air seusai peristiwa kemerdekaan Indonesia. Laksamana Muda Meda ditangkan dan dimasukkan ke penjara pada tahun 1947 karena dianggap sebagai pengkhianat. Tidak sampai di situ saja, beliau harus menghadapi sidang di Mahkamah Militer setelah kembali ke Jepang. Mahkamah Militer menyatakan bahwa Laksamana Maeda tidak bersalah. Setelah melalaui persdiangan di Mahkamah Militer, Laksamana Muda Maeda memilih untuk melepas jabatannya di militer dan hidup menjadi rakyat biasa. Akibat keputusannya tersebut, Laksamana Muda Maeda harus hidup sebagai warga biasa dengan ekonomi yang serba kekurangan. Laksamana Muda Maeda menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 13 Desember 1977 setelah empat tahun menerima ‘Bintang Jasa Nararya’ dari pemerintah Republik Indonesia.
Hingga kini, nama Laksamana Muda Jepang ini dikenal baik oleh masyarakat Indonesia berkat sifat simpati dan ketulusannya dalam membantu kemerdekaan Bangsa Indonesia. Meskipun beliau berkewarganegaraan Jepang, ia bersimpati dan tetap rela dalam memberikan rumahnya sebagai tempat yang menjamin keamanan bagi perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selain itu, sifat kesetian yang terdapat dalam diri Laksamana Muda Meda digambarkan dengan bagaimana beliau rela ditangkap, walaupun berakhir tidak bersalah pada akhir persidangan. Meskipun zaman telah berubah, nilai-nilai yang ditanamkan oleh Laksamana Muda Tadashi Maeda tetap relevan. SIfat-sifat dan jasa dari Laksamana Muda Maeda inilah yang patur untuk trus kita kenang dan ikuti dalam upaya menjadi warga negara yang baik.
Oleh: Meuthyananda Ardaranie
Refrensi: