KENAPA MAHASISWA HARUS MELEK POLITIK?

Oleh : Gabriela Radita Rahardjo

Duluuu… Waktu kecil, aku sama sekali tidak tertarik dengan politik. Apaan, sih, politik itu? Ngaruhnya apa, sih, ke kehidupanku? Dulu aku selalu menganggap benar pendapat orang tuaku. Tokoh politik yang menurut mereka baik, maka bagiku baik. Tokoh politik yang menurut mereka jahat, maka bagiku jahat.

Tapi, seiring berjalannya waktu, aku paham bahwa semua hal itu abu-abu, tidak ada yang hitam atau putih, begitu juga tokoh politik. Calon yang kita anggap baik hari ini, belum tentu akan tetap baik ketika sudah terpilih dan menjalankan tugas.

Dengan bertambahnya usia, aku juga menyadari betapa pentingnya peran pemerintah dalam setiap inci kehidupan kita. Harga barang, bahan bakar, UKT, dan masih banyak lagi. Bahkan kamu marah karena pacarmu mengantar pulang perempuan lain pun, itu juga karena pemerintah yang kurang memperhatikan pengembangan transportasi umum.

Akhir tahun 2023 lalu, aku masih tidak peduli dengan hal-hal berbau Pilpres. Bagiku, tidak ada calon yang benar-benar menjanjikan untuk dipilih, semua punya kekurangan. Namun lambat laun, aku sadar kalau Pilpres di negara ini bukan untuk memilih yang terbaik, melainkan yang paling minim buruknya. Aku mulai mencari tahu latar belakang tiap calon, program kerja yang dibuat, dan partai yang mengusung. Aku yang awalnya berniat golput, akhirnya mantap memilih salah satu calon.

Sayangnya, tidak semua orang sadar betapa berpengaruhnya politik di kehidupan mereka. Teman-temanku di luar sana, banyak yang golput dengan alasan “calonnya jelek semua”, “gak ngaruh ah ke aku”, “satu suaraku gak berarti apa-apa”, dan berbagai kalimat ignorant lainnya.

Ya, silahkan berkata begitu jika kamu berasal dari kaum upper class. Miris kalau ternyata kamu middle class dan bilang begitu. Kaum middle class itu paling tidak beruntung. Kaya raya tidak, dapat bantuan sosial pun tidak. Mau mendaftar KIPK tidak lolos karena dibilang mampu, tapi dikenai UKT golongan 6 tidak sanggup membayar.

Di saat seperti itulah, pemerintah harusnya turun tangan. Entah menghentikan kenaikan UKT yang terus terjadi selama beberapa tahun atau memperbanyak program beasiswa untuk kaum middle class.

Bohong jika bilang politik tidak berpengaruh ke hidup kita. Apalagi, sebagai mahasiswa, kita seharusnya lebih aware. Jangan jadi ignorant dan terima-terima saja, mahasiswa itu harus berpikir kritis. Berpikir kritis itu bagaimana? Haruskah ikut demo ke gedung DPR? Kalau kalian memang ingin ikut, silahkan. Kalau tidak, sekedar ikut mengedukasi di sosial media itu juga termasuk berpikir kritis, loh.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai