Di tengah jalan kehidupan yang panjang dan berliku,
Ada satu momen sunyi, di mana waktu mulai membeku,
Menatap jejak-jejak di pasir waktu,
Menyadari bahwa masa lampau,
Adalah lautan yang tak dapat kita rengkuh kembali.
Di masa lalu, ada kisah-kisah yang telah tertulis,
Keputusan-keputusan yang telah diambil,
Seperti bintang-bintang di langit malam,
Yang tidak akan berubah arah,
Meski kita menatapnya dengan penuh harap.
Mungkin kita berharap pertemuan di masa depan,
Akan menghapus jejak-jejak lampau,
Tapi, seperti arus yang tak dapat diputar balik,
Masa depan tidak bisa mengubah masa lalu,
Ia hanya bisa melanjutkan cerita yang ada.
Di hari-hari baru yang akan datang,
Ada tempat untuk harapan dan permulaan baru,
Tapi masa lalu, dengan segala warna dan perasannya,
Harus diletakkan dengan lembut di rak terdalam ingatan,
Agar kita bisa melangkah ringan dan bebas.
Dengan setiap langkah ke depan,
Kita membawa pelajaran dan kenangan,
Tapi kita tidak dapat membawa serta,
Semuanya yang telah berlalu,
Karena masa lalu adalah goresan luka,
Dan masa depan adalah kanvas kosong tanpa guratan
Saat kita akhirnya mengerti,
Bahwa melepaskan adalah bentuk cinta,
Bukan hanya untuk diri sendiri,
Tapi juga untuk masa lalu yang penuh makna,
Maka kita akan belajar untuk menerima,
Dan membuka hati untuk hari-hari yang baru
Lalu kita tersadar ada satu momen dalam hidup,
Di mana kita akan menyadari,
Masa lampau adalah masa di mana kita harus merelakan
Oleh : Meuthya Ardaranie