Kalimantan Timur khususnya di Kepulauan Payung-Payung, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau memiliki pesona alam yang beragam dan unik, salah satunya adalah Pulau Kakaban. Pulau ini berbentuk seperti angka 9 dan menjadi rumah bagi ubur-ubur langka yang menarik untuk dilihat. Nama “Kakaban” berarti “memeluk”. Penduduk setempat menamakannya demikian karena pulau ini tampak seperti memeluk sebuah danau. Danau di tengah pulau ini juga dinamai Danau Kakaban. Danau Kakaban memiliki jenis air payau, yaitu campuran air laut, air hujan, dan air tanah. Selain pulau dan danaunya, tempat ini memiliki banyak daya tarik yang memukau para wisatawan.
Kearena daya Tarik utama dari danau ini adalah keberadaan ubur – ubur banyak orang mengira bahwa danau tersebut tidak aman. Tapi tenang saja, populasi yang diperkirakan mencapai ribuan ubur – ubur di Danau Kakaban Sebagian besar tidak menyengat. Ubur-ubur di Danau Kakaban telah beradaptasi dengan kondisi air payau di danau tersebut, di mana tidak ada predator yang mengganggu ekosistem mereka dan sumber makanan sangat melimpah. Akibatnya, kelenjar nematosis atau kelenjar sengat pada ubur-ubur mengalami penurunan fungsi dan tidak lagi mampu menyengat.
Di Danau Kakaban, terdapat setidaknya empat jenis ubur-ubur, yaitu ubur-ubur totol (Mastigias papua), ubur-ubur bulan (Aurelia aurita), ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora), dan ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata). Ubur-ubur totol, yang memiliki warna bening dan coklat kekuningan, merupakan populasi terbesar di danau tersebut. Ubur-ubur bulan adalah spesies dengan ukuran tubuh terbesar, memiliki ciri khas tubuh transparan dengan motif daun semanggi di ujung tudungnya. Ubur-ubur kotak adalah yang terkecil dalam ukuran tubuh, tetapi memiliki sengat yang paling mematikan karena kelenjar nematosisnya masih berfungsi dengan baik. Sedangkan ubur-ubur terbalik memiliki ciri khas sesuai dengan namanya, yaitu tudungnya terbalik berada di bawah dan tentakelnya berada di atas. Ubur-ubur ini biasanya ditemukan di dasar perairan.
Tapi sayangnya diberitakan bahwa populasi ubur – ubur di Danau Kakaban sempat menghilang karena adanya bahan kimia yang masuk ke dalam danau, tetapi ubur – ubur sudah kembali terlihat meskipun jumlahnya belum banyak. Semoga Danau Kakaban dapat kembali normal dan dapat menarik wisatawan lagi.
Oleh : Adam Dzakiarkan / LMA