“Senandung Malam di Langit Palestina”

Di tanah air yang berselimutkan duka,
Di bawah langit biru yang menyimpan luka,
Terselip kisah manusia yang terhempas asa,
Menganyam harapan di tengah bara yang berkobar.

Di Palestina, kami berdiri teguh,
Di antara puing-puing dan jerit yang menggema,
Dalam kepedihan, kami mencari makna,
Dalam kesedihan, kami menunggu janji.

Oh, apakah ada rasa di hatimu, dunia?
Saat anak-anak kami menangis tanpa suara,
Saat ibu-ibu kami merintih tanpa daya,
Saat ayah-ayah kami terbujur tanpa jiwa.

Kami adalah manusia, bukan sekadar bayangan,
Di balik tembok yang kau bangun dengan kesombongan,
Di balik senyuman palsu dan janji kosong yang terlontar,
Kami menanti, kami berharap, meski harapan sering direnggut.

Katakan, sampai kapan air mata ini harus menetes?
Katakan, sampai kapan darah ini harus mengalir?
Katakan, di mana kemanusiaan yang kau puja?
Apakah ia hanya dongeng dalam lembar sejarah?

Di antara peluru dan bom yang menghantam tanah kami,
Di antara api dan debu yang menyelimuti hari-hari kami,
Kami berdiri, kami bernyanyi, kami berdoa,
Untuk kemanusiaan yang semestinya merangkul semua.

Oh, Palestina, tanah suci yang abadi,
Dalam luka dan derita, kami tetap berdiri,
Dalam tangis dan doa, kami mencari arti,
Semoga kemanusiaan takkan pernah mati.

Dengan suara kami yang lembut namun pasti,
Kami sampaikan harapan di penghujung senja yang sunyi,
Untukmu, dunia yang selalu kami yakini,
Bahwa suatu hari nanti, kami akan bebas dalam kemanusiaan sejati.

Oleh : Adam Dzakiarkan / LMA

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai