Tinggal di Semarang yang suhu udaranya sangat tinggi, pasti membuat kita sering sekali berkeringat. Hal yang paling dibenci dari berkeringat adalah munculnya bau badan yang tidak sedap. Tapi tahukah kalian, ada orang-orang yang tidak punya bau badan meski setelah berkeringat sekalipun? Jawabannya adalah orang Asia Timur. Ketika kita melihat idola Korea Selatan tampil menari di atas panggung hingga bercucuran keringat, ternyata mereka tidak mengeluarkan bau badan. Bagaimana bisa?
Tidak, mereka bukan tidak punya bau badan karena perawatan. Hal ini karena mereka tidak memiliki gen pembawa bau badan di dalam kromosom.
Gen adalah bagian kromosom yang menjadi lokasi sifat-sifat keturunan atau faktor yang mempengaruhi keturunan. Gen terdiri dari DNA yang menentukan seperti apa suatu organisme, penampilannya, bagaimana ia bertahan hidup, dan bagaimana ia berperilaku.
Gen yang menentukan apakah keringat seseorang bau atau tidak, disebut gen ABCC11. Jadi, ada dua jenis kelenjar keringat, yaitu apokrin dan ekrin. Kelenjar apokrin mengeluarkan zat yang kental dan berbau, sedangkan kelenjar ekrin menghasilkan keringat encer dan tidak berbau. Nah, gen ABCC11 ini mengontrol fungsi kelenjar apokrin. Varian gen ini banyak dimiliki oleh orang Asia Timur, seperti orang Korea dan Jepang, sehingga mengurangi produksi keringat berbau dengan membatasi aktivitas kelenjar apokrin. Hanya ada sekitar 5-20 persen orang Korea dan Jepang yang tidak memiliki varian gen ini.
Berbanding terbalik dengan kelenjar ekrin yang tidak berbau, kelenjar apokrin yang ditemukan di area lipatan seperti ketiak dan selangkangan menghasilkan keringat yang banyak mengandung protein dan lipid. Senyawa-senyawa tersebut adalah sarang bakteri, sehingga menghasilkan bau yang lebih kuat.
Tapi, jangan lalu bersedih hati karena terlahir dengan gen pembawa bau badan. Genetika bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi bau badan. Penting juga untuk memperhatikan kebersihan diri dan mengontrol apa yang kita konsumsi. Bagi yang secara alami memiliki bau badan yang kuat, bisa diatasi dengan mengenakan parfum atau deodoran. Apabila masih berbau, bisa mencoba menggunakan tawas. Tawas sendiri adalah bahan kimia dari garam rangkap dan aluminium sulfat berbentuk kristal berwarna putih. Manfaatnya adalah mencerahkan dan menghaluskan ketiak, serta mencegah iritasi kulit. Penggunaan tawas sebagai deodoran aman dan jarang menimbulkan efek samping.
Selain itu, kita juga perlu mengontrol apa saja yang kita konsumsi. Ada empat jenis makanan yang ternyata bisa menyebabkan bau badan,
- Berbagai jenis bawang. Begitu mengonsumsi bawang, tubuh akan memproduksi senyawa menyerupai sulfur yang membuat bau badan jadi tidak sedap.
- Daging merah. Daging sapi, domba, kambing, dan sebagainya memang lezat, namun kandungan asam amino di dalamnya akan meninggalkan residu pada usus ketika proses pencernaan sedang berlangsung. Lalu, enzim usus akan memecah residu tersebut. Zat hasil reaksi pemecahan akan bercampur dengan bakteri di permukaan kulit yang menyebabkan bau tidak sedap.
- Sayuran jenis cruciferous. Contoh sayuran kelompok cruciferous adalah kembang kol, brokoli, kubis, dan pakcoy. Kandungan sulfur dalam sayuran cruciferous menjadi penyebab utama bau badan.
- Susu dan berbagai produk olahannya. Tidak disangka ternyata susu termasuk jenis makanan yang bisa menyebabkan bau badan. Susu adalah makanan kaya protein yang menyebabkan pelepasan zat hidrogen sulfida dan metil merkaptan dalam tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan. Dua zat tersebut lalu dikelluarkan tubuh melalui keringat sehingga bau badan menjadi tidak sedap.
Jadi, dengan menjaga kebersihan dan mengontrol apa yang kita konsumsi, kita juga bisa mengurangi bau badan tidak sedap seperti orang Asia Timur.
Sumber :
https://amp.kompas.com/skola/read/2021/11/20/150000869/benarkah-orang-korea-tidak-bau-badan-
Oleh : Gabriela Radita R. / LMA