Menurut laporan dari National Geographic, Aurora adalah fenomena alami yang menghasilkan cahaya gemerlap di langit, dengan gerakan yang lembut dan bentuk yang menyerupai tirai yang terhembus angin. Biasanya hanya terlihat pada malam hari dan terutama di daerah kutub yang lebih rendah. Fenomena aurora bisa diamati hampir setiap malam di dekat Lingkaran Arktik dan Antartika, yaitu wilayah sekitar 66,5 derajat di utara dan selatan Khatulistiwa.
Namun. beberapa waktu lalu terdapat fenomena aurora yang muncul di langit sebagian negara di wilayah Eropa hingga Amerika Serikat. Penampakan Aurora yang biasa terjadi di daerah kutub ini dinkenal dengan Aurora Borealis atau penampakan cahaya utara. Aurora Borealis adalah cahaya di utara yang berdansa diatas langit saat mereka muncul. Cahaya itu terjadi karena adanya koalisi antara partikel bermuatan listrik yang terpantul dari matahari dan partikel gas bumi di atmosfer bumi. Cahaya Aurora bisa terlihat di daerah kutub utara dan selatan. “Aurora borealis” adalah nama lain dari Northern lights di kutub utara, sedangkan di kutub selatan dinamakan Southern Lights atau “Aurora Australis”.
Beberapa peneliti menyebutkan bahwa penyebab fenomena aurora yang tak biasa ini adalah terjadinya Badai Matahari yang melanda Bumi. Seperti dilansir dari Al Jazeera pada hari Sabtu (11/5/2024) pagi, fenomena Badai Matahari yang melanda Bumi menghasilkan pemandangan warna-warni yang menakjubkan di langit belahan Bumi bagian utara. Badai Matahari ini dilaporkan memunculkan fenomena cahaya utara atau aurora borealis di belahan Bumi utara dan cahaya selatan atau aurora australis di belahan Bumi selatan. Hal ini dipicu oleh partikel energik yang diarahkan ke kutub Bumi dan bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen di atmosfer bumi. Beberapa negara melaporkan kemunculannya. Benjamin Williamson, misalnya, mengunggah aurora itu dari mercusuar di Portland, Maine, AS.
Meski mengalami dampak dari Badai Matahari, wilayah Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena Aurora Borealis. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di garis Khatulistiwa. Sedangkan medan magnet Bumi diperlukan untuk terjadinya fenomena aurora tersebut.
Refrensi:
https://education.nationalgeographic.org/resource/aurora/
Oleh : Meuthyananda Ardanie /LMA