Islandia : Surga Tanpa Nyamuk

Nyamuk merupakan hewan spesies serangga yang hidup hampir di seluruh belahan dunia. Serangga terbang yang memiliki ukuran sangat kecil tersebut kerap menjadi gangguan bagi seluruh Masyarakat dunia, karena mereka dapat mengakibatkan rasa gatal pada kulit jika terkena gigitannya. Bahkan, beberapa jenis nyamuk dapat mengakibatkan penyakit serius seperti nyamuk Aedes aegypt (pembawa virus dengue primer/utama)  dan nyamuk Aedes albopictus  (pembawa virus dengue sekunder). Namun, taukah kalian jika terdapat negara di Eropa yang memiliki suatu keadaan unik yaitu satu – satunya negara di dunia tanpa nyamuk? Selamat datang di Islandia, sebuah negara dengan berbagai keindahannya yang memiliki keajaiban langka: Islandia, negara tanpa nyamuk.

Bukan tanpa sebab di islandia tidak terdapat nyamuk, seperti yang diketahui Nyamuk membutuhkan genangan air dangkal untuk bertelur kemudian menetas menjadi larva, tahap larva membutuhkan air yang tergenang dengan suhu dan jangka waktu tertentu agar berkembang menjadi pupa, kemudian pupa membutuhkan siklus tertentu untuk menjadi nyamuk dewasa. Terdapat beberapa faktor keadaan yang menyebabkan nyamuk tidak dapat berkembang biak di Islandia, diantaranya adalah :

Dilansir dari World Atlas, Islandia diketahui secara umum memiliki suhu mencapai titik beku -38 derajat celcius, kondisi suhu yang sangat dingin tersbut dapat menghambat perkembang biakan nyamuk. Iklim yang relative dingin tersebut juga mengakibatkan minimnya genangan air yang mampu bertahan lama di Islandia, suhu yang sangat rendah tersebut cenderung mengakibatkan genangan air membeku atau menguap lebih cepat dari biasanya. Tidak hanya itu, komponen kimia yang terdapat di tanah, air, dan lingkungan di Islandia juga tidak cocok sebagai tempat berkembangnya nyamuk.

Tetapi alasan diatas belum pasti merupakan faktor utama penyebab nyamuk tidak dapat berkembang di Islandia. Karena menurut ilmuwan nyamuk suka lingkungan yang basah dan lembab, nyamuk juga dapat hidup dalam suhu rendah seperti musim dingin di antartika yang mencapai -60 derajat celcius. Walaupun suhu di antartika hampir dua kali lebih dingin dibandingkan Islandia, Nyamuk tidak dapat bertahan hidup dengan lingkungan di Islandia. Hal tersebut dikarenakan setiap tahun ada tiga kali musim beku yang mampu menyebabkan kondisi larva cair nyamuk saat bertelur di musim dingin tidak stabil. Ketidak stabilan iklim juga merupakan faktor penyebab nyamuk tidak dapat bertahan hidup di Islandia.

Sayangnya hal tersebut kemungkinan tidak bertahan lama, sebab Pemanasan global telah meningkatkan suhu udara rata-rata di negara tersebut sekitar 2 derajat Fahrenheit dalam 20 tahun terakhir, dan pada saat itu, 200 spesies serangga baru telah menetap di Islandia yang sebelumnya tidak dapat berkembang biak di sana, kata Mr. Gislason: “Jika pemanasan terus berlanjut, kita mungkin akan menemukan nyamuk di Islandia dalam waktu dekat.” Untuk saat ini, satu-satunya tempat di Islandia yang menemukan nyamuk adalah di Institut Sejarah Alam Islandia. Di sana, disimpan dalam stoples berisi alkohol, terdapat satu-satunya spesimen, yang ditangkap oleh Mr. Gislason pada tahun 1980-an saat berdengung di dalam pesawat dari Greenland yang ia naiki di bandara Islandia.

Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20220411113121-33-330528/kok-bisa-sih-nggak-ada-nyamuk-di-islandia-cek-faktanya

https://www.cnbctv18.com/science/world-mosquito-day-know-the-only-country-that-is-mosquito-free-14529032.htm

Oleh : Adam Dzakiarkan / LMA

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai