GARAM : BUMBU DAPUR YANG PERNAH MENJADI MATA UANG

Garam adalah salah satu bumbu dapur yang paling sering digunakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), garam adalah senyawa kristalin NaCl yang merupakan klorida dan sodium yang dapat larut dalam air, dan asin rasanya. Selain bisa menjadi pelengkap bahan masakan dan menambah cita rasa makanan, garam juga dibutuhkan oleh tubuh kita. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh, namun jika berlebihan garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke.

Meskipun sekarang garam hanya menjadi bumbu dapur biasa dan harganya terjangkau, namun pada abad pertengahan garam pernah menjadi barang mewah dan memiliki peran yang luar biasa. Mulai dari mata uang, alat pembayaran pajak dan pegawai hingga menyebabkan perang dan menciptakan rute perdagangan di beberapa negara.

Garam juga pernah menjadi barang langka yang sulit diperoleh sehingga membuat harganya menjadi sangat tinggi bahkan melampaui perak, berlian, dan emas. Saking tingginya harga garam orang-orang pun sampai menyebutnya sebagai ‘emas putih’, bahkan di beberapa negara garam digunakan sebagai mata uang termasuk Ethiopia. Ethiopia sendiri menerapkan pertukaran barang dengan garam hingga tahun 1970-an. Selain itu, gaji tentara roma juga diukur dengan menggunakan harga garam sebagai standarnya.

Ada dua alasan mengapa pada abad pertengahan garam begitu berharga. Pertama, karena garam sangat penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Kedua, garam berfungsi untuk mengawetkan makanan sebab pada saat itu teknologi penyimpanan dan pengawetan bahan makanan belum semaju sekarang. Hal inilah yang mendasari tingginya harga garam sehingga mampu menjadi mata uang.

Sumber :
https://www.liputan6.com/bisnis/read/2074356/unik-saking-mahalnya-garam-pernah-disebut-emas-putih

https://ppid.serangkota.go.id/detailpost/garam-dahulu-bisa-lebih-berharga-daripada-emas#:~:text=Ada%20dua%20alasan%20yang%20menjadikan,benda%20ini%20bisa%20mengawetkan%20makanan.

Fitratun Nafsiyah//LMA.2321006

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai