Termenung dalam Relung

Dalam relung yang kian termenung
Dioyak dikoyak-koyak, hampir dihampiri mati
Asa yang tak lagi ada, yang terasah kian resah
Dalam rindu ia mengalir dalam kata
Kata-kata yang menjelma dalam rasa
Rasa-rasa yang kian tak terasa

Di sunyi kian terhempas takut tuk meliuk
Di rebah dipukul galah hampir kalah
Dalam sepi gelisah tuk pergi hingga ke lini
Apalagi? Sirna ditelan semoga dalam lambung semesta
Membumbung dalam harap
Harap – harap ia berhadap dalam tatap
Ditutup kian rapat, meronta dalam sejak

Dalam lerung yang kian termenung
Dioyak dikoyak-koyak, hampir dihampiri mati
Asa yang tak lagi ada, yang terasah kian resah

Aji W // 24010120140140

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai