Fakta di Balik Megahnya Piala Dunia Qatar 2022

Piala dunia sepak bola akhirnya akan kembali bergulir pada tahun ini, tepatnya akan dilaksanakan di Qatar pada bulan November 2022. Turnamen sepak bola ter-akbar tersebut akan diikuti beberapa negara sudah melakukan kualifikasi untuk mewakili benuanya untuk bertanding di piala dunia edisi kali ini. Beberapa negara yang sudah memastikan dirinya lolos untuk berlaga di piala dunia 2022 di Qatar adalah Portugal, Argentina, Jerman, Jepang, Inggris, Brazil, dan Qatar sendiri sebagai pihak penyelenggara.

Pada edisi piala dunia tahun ini Qatar sudah mengeluarkan dana yang sangat besar untuk bisa menjadi penyelenggara Piala Dunia 2022. Diketahui Qatar sendiri telah menghabiskan dana sebesar kurang lebih Rp3,3 kuadraliun untuk bisa mempersiapkan diri menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia dimana jumlah tersebut jauh hampir 20 kali lipat lebih banyak dari penyelenggara piala dunia edisi sebelumnya yaitu rusia. Dana sebesar itu dihabiskan kerajaan Qatar untuk proyek insfraktruktur, hotel, jalan raya, dan masih banyak lagi.

Selain menjadi piala dunia paling mahal sepanjang sejarah, terdapat beberapa fakta dibalik persiapan Qatar untuk menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2022 ini. Qatar menjadi negara kedua di Asia yang menjadi tuan rumah piala dunia setelah Jepang-Korea Selatan menjadi tuan rumah di tahun 2022. Fakta ini menarik bagi masyarakat dunia karena biasanya piala dunia diselenggarakan di negara eropa atau amerika. Selain itu piala dunia edisi kali ini merupakan piala dunia pertama yang berlangsung pada musim dingin tepatnya pada akhir tahun. Berbeda dari edisi sebelumnya yang berlangsung pada musim panas atau pertengahan tahun. Hal ini diketahui karena tidak mungkin menyelenggarakan piala dunia di musim panas dengan suhu kurang lebih 50 derajat Celcius.

Namun, dibalik kemegahan Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar banyak kisah pilu dengan mengorbankan hak asasi manusia para pekerjanya. Sejak terpilih menjadi tuan rumah piala dunia pada tahun 2010, lebih dari 6500 pekerja imigran meninggal di Qatar. Dikutip dari Guardian, para pekerja tersebut berasan dari India (2.711 jiwa), Pakistan (824 jiwa), Nepal (1.641 jiwa), Bangladesh (1.018 jiwa). Data dari kelima negara tersebut mengungkapkan terdapat 5.927 korban meninggal pada periode 2011 hingga 2020.

Sumber:

idntimes.com/sport/soccer/anoraga-ilafi/piala-dunia-2022-qatar-termahal-sepanjang-sejarah-c1c2?page=all

https://www.bola.net/piala_dunia/7-serba-serbi-unik-piala-dunia-2022-turnamen-sepak-bola-termahal-sepanjang-sejarah-821b23.html

Azhar Ahzany Gustian // LMA.2220005

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai