1. Peringatan Hari Palang Merah Indonesia

Organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan adalah Indonesian Read Cross atau Palang Merah Indonesia (PMI). PMI bekerja atas dasar sukarela dan atas asas perikemanusiaan yang tidak membeda-bedakan bangsa, golongan, dan paham politik serta menjunjung tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Sejarah dari Hari Palang Merah Indonesia ini telah dimulai sejak sebelum Perang Dunia ke-2. Akan tetapi, pada saat itu nama organisai Palang Merah yang dicentuskan oleh Kolonial Belanda adalah Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai). Sayangnya, organisasi ini tidak bertahan lama sehingga pada saat masa kedudukan Jepang organisasi Nerkai kemudian dibubarkan.
Namun, perjuangan Indonesia untuk membentuk Palang Merah tidak berhenti sampai disitu saja. Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional pada tanggal 3 September 1945. Atas dasar perintah Presiden, Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk panitia untuk membangun perhimpunan Palang Merah Indonesia. Akhirnya perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada tanggal 17 September 1945 dan PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950.
2. Peringatan Hari Olahraga Nasional

Pada tanggal 9 September 1948 merupakan hari pembukaan pertama ajang olahraga dan ditetapkan juga untuk setiap tahunnya sebagai Hari Olahraga Nasional oleh Warga Negara Indonesia. Saat itu, Indonesia sedang menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada tanggal 9-12 September 1948 di kota Surakarta, Jawa Tengah. Alasan diadakannya PON I karena atlet-atlet Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris.
Hal tersebut disebabkan karena pada saat itu kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum diakui oleh dunia sehingga paspor Indonesia pun juga tidak diakui oleh Pemerintah Inggris.
Dengan adanya penolakan tersebut membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri yang diberi nama Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh karena itu, Indonesia berhasil menetapkan pada tanggal 9 September 1948 sebagai hari peringatan Olahraga Nasional.
Sumber: https://www.orami.co.id/magazine/hari-olahraga-nasional
3. Peringatan Hari Ozon Internasional

Hari Ozon Internasional diperingati untuk meningkatan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya melindungi lapisan ozon. Lapisan ozon ialah wilayah stratosfer bumi yang menyerap Sebagian besar radiasi ultraviolet matahari. Lapisan ozon memiliki peran sebagai pelindung permukaan bumi dari bahaya yang ditimbulkan dari radiasi ultraviolet matahari oleh sebab itu pentingnya masyarakat untuk menjaga dan melindungi lapisan ozon demi keselamatan dunia.
Sejarah Hari Ozon Internasional diperingati bermula dari keresahan akan kondisi penipisan lapisan ozon. Pada tanggal 22 Maret 1985, usulan akan perlindungan lapisan ozon pun diresmikan dalam Konvensi Wina dengan diadopsi dan ditandatangani oleh 28 negara. Pada bulan September 1987, hal ini melahirkan Protol Montreal tentang Zat yang mengikis Lapisan Ozon. Sehingga pada tahun 1994, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 16 September diperingati sebagai Hari Perlindungan Lapisan Ozon sedunia.
4. Peringatan Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

Peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal dengan sebutan G30S PKI merupakan salah satu peristiwa yang paling bersejarah oleh warga negara Indonesia. Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia adalah sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Gerakan ini memiliki tujuan untuk mengganti Ideologi Negara dari Pacasila menjadi Komunis itu telah banyak merengut banyak korban.
Dalam sejarah singkat G30S/PKI, terdapat 7 jenderal yang menjadi korban kekejaman PKI saat itu. Latar belakang dari berdirinya PKI ialah masuknya faham komunis di Indonesia pada awal abad 20, dimana mereka menyusup ke ormas dan partai yang ada saat itu untuk mulai membangun kekuatan sebelum akhirnya membentuk Partai Komunis Indonesia pada tahun 1924 yang awalnya bernama Perserikatan Komonis di Hindia (PKH).
Hingga pada puncaknya pada 30 September malam atau 1 Oktober pagi tahun 1965, PKI melakukan penculikan terhadap 7 jenderal TNI AD. Namun, A.H. Nasution sebagai target utama berhasil lolos. Oleh karena itu, sejarah singkat peristiwa G30S/PKI harus selalu dikenang agar kejadian ini tidak terulang Kembali dikemudian hari.
Sumber: https://bem.fh.unissula.ac.id/2021/09/peringatan-hari-g30spki.html
5. Peringatan Hari Demokrasi Internasional

Hari Demokrasi Internasional atau Internasional Day of Democracy diperingati di seluruh dunia pada tanggal 15 September yang pertama kali disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mendorong pemerintah memperkuat dan mengkonsolidasikan demokrasi.
Hari demokrasi ialah kesempatan untuk meninjau keadaan demokrasi di seluruh dunia. Setiap tahun menyoroti berbagai tema. Tema-tema sebelumnya termasuk demokrasi yang lebih kuat, pentingnya demokrasi untuk Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, penguatan suara warga, dialog dan inklusivitas, akuntabilitas, dan toleransi politik.
Menurut Inter-Parliamentary Union, demokrasi membutuhkan partisipasi semua warga negara. Ini adalah kesempatan untuk menyoroti peran penting parlemen, dan untuk merayakan kapasitas dan mandat mereka untuk mewujudkan keadilan, perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia.
Sumber: https://tirto.id/tema-hari-demokrasi-internasional-15-september-2022-dan-tujuannya-gwcG
Ni’ma Ma’rifah // LMA.2221016