Nyamuk, si Kecil yang Mematikan

Nyamuk, serangga kecil yang sering kita jumpai sehari-hari. Selain suara kepakan sayapnya yang mengganggu waktu tidur di malam hari, nyamuk juga termasuk hewan yang cukup mematikan lho! Dibandingkan hewan buas seperti singa atau buaya, jumlah kematian manusia akibat gigitan vampir kecil yang satu ini ternyata jauh lebih banyak.

Pada tahun 2017 lalu, Barcelona Institute of Global Health mencatat sekitar 700 ribu nyawa menghilang karena gigitan nyamuk1. Hasil serupa juga dikatakan oleh Prinsipal Researcher SVC R&D Soul Viosys CO LTD Hoonsik Eom PhD, dimana setidaknya ada 725 ribu orang meninggal akibat gigitan nyamuk dalam satu tahun di seluruh dunia2. Bill Gates dalam acara Mosquito Week pun menyebut nyamuk sebagai hewan paling mematikan3. Sejalan dengan pendapat tersebut, Dr drh Upik Kesumawati Hadi selaku Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor mengatakan kalau nyamuk merupakan pembunuh nomor satu di dunia4.

Hal yang membuat nyamuk dinobatkan sebagai hewan paling mematikan di dunia ialah kemampuan menularkan berbagai macam penyakit dari parasit yang dibawa oleh si nyamuk, mulai dari demam berdarah dengue (DBD), malaria, demam kuning, sampai penyakit zika dan ensefalitis Jepang5. Di Indonesia sendiri, tercatat setidaknya 87.501 kasus DBD di pekan ke-36 20226. Pada tahun 2018 saja, terdapat sekitar 228 juta kasus malaria di seluruh dunia, dengan total kematian ditaksir mencapai 405 ribu jiwa7.

Lebih parahnya lagi, nyamuk juga dibekali dengan kemampuan adaptasi yang tinggi. Sebagai contoh, banyak spesies nyamuk yang telah memiliki resistensi terhadap insektisida. Tidak hanya itu, nyamuk juga bisa mengubah jadwal makan mereka untuk menghindari semprotan insektisida5.

Maka dari itu, penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyebaran penyakit, karena sejatinya, hal tersebut bukan hanya tugas pemerintah saja, pastisipasi aktif dari masyarakat luas tentunya juga diperlukan8. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain :

  1. Rutin menguras tempat penampungan air, seperti kendi dan bak mandi
  2. Menutup rapat tempat penampungan air, seperti drum dan ember
  3. Mendaur ulang benda yang berpotensi menampung air, seperti botol dan kaleng
  4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  5. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  6. Melakukan gerakan “satu rumah, satu jumantik”6

Karena sekarang lagi musim hujan, sahabat Lemma jangan lupa untuk selalu waspada dan tetap menjaga kesehatan ya!

Sumber:

1.           Mosquitoes: World’s Deadliest Animal – News – ISGLOBAL. https://www.isglobal.org/en_GB/-/mosquito-el-animal-mas-letal-del-mundo.

2.           Mengapa Hanya Nyamuk Betina yang Mengisap Darah Manusia? Ternyata Ini Alasannya – Bobo. https://bobo.grid.id/read/083249477/mengapa-hanya-nyamuk-betina-yang-mengisap-darah-manusia-ternyata-ini-alasannya?page=all.

3.           Can we outsmart the world’s deadliest animal? | Bill Gates. https://www.gatesnotes.com/Health/Mosquito-Week-2022.

4.           Waspadai, Nyamuk Pembunuh Nomor Satu di Dunia | merdeka.com. https://www.merdeka.com/peristiwa/waspadai-nyamuk-pembunuh-nomor-satu-di-dunia.html.

5.           Alasan Nyamuk Jadi Hewan Paling Mematikan di Dunia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200819082330-255-537151/alasan-nyamuk-jadi-hewan-paling-mematikan-di-dunia.

6.           Wanti-wanti Kemenkes RI soal Lonjakan Kasus DBD di Musim Hujan. https://www.detik.com/bali/berita/d-6311396/wanti-wanti-kemenkes-ri-soal-lonjakan-kasus-dbd-di-musim-hujan.

7.           World malaria report 2019. https://www.who.int/publications/i/item/9789241565721.

8.           RI Darurat DBD? Kasus Tembus 52.313, Ada 448 Kematian Sepanjang 2022. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6165730/ri-darurat-dbd-kasus-tembus-52313-ada-448-kematian-sepanjang-2022.

Faizi Muhammad Belva // LMA.22211010

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai