Mentari datang silih berganti
Tak hanya mentari
Pun halnya rasa
Wahai semesta,
inginnya kutarik ruang dan waktu kembali,
dimana bersamanya,
aku satu kelana
Namun, pun boleh buat?
Semua sudah telanjur
Nasi kian menjadi bubur
Rasa pun kian memupur
Kidung ini pun ‘kan pupur mengkilang
Mungkin, aku salah mengartikan rayumu
Gemintang rasa semua percuma
Entah apakah aku yang terlalu berharap?
Atau malah,
kamu yang terlalu memberi harap?
Oh mari lupakan saja
Aku rasa aku sudah tahu jawabnya
Pun
Kamu, bersamanya
Berlabuh
Berkelana
Tiada lagi aku