Rasa

Mentari datang silih berganti

Tak hanya mentari

Pun halnya rasa

Wahai semesta,

inginnya kutarik ruang dan waktu kembali,

dimana bersamanya,

aku satu kelana

Namun, pun boleh buat?

Semua sudah telanjur

Nasi kian menjadi bubur

Rasa pun kian memupur

Kidung ini pun ‘kan pupur mengkilang

Mungkin, aku salah mengartikan rayumu

Gemintang rasa semua percuma

Entah apakah aku yang terlalu berharap?

Atau malah,

kamu yang terlalu memberi harap?

Oh mari lupakan saja

Aku rasa aku sudah tahu jawabnya

Pun

Kamu, bersamanya

Berlabuh

Berkelana

Tiada lagi aku

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai