
Kalian sudah tahu belum apa itu banjir rob?? Kalau belum tahu yuk simak informasi berikut ini.
Banjir rob adalah genangan air yang berasal dari air laut dan banjir ini dipengaruhi oleh pasangnya air laut sehingga daratan rendah disekitarnya terendam. Selain itu, banjir jenis ini juga mempunyai ciri yang berbeda loh, yang meliputi waktu terjadinya, warna air, musim, serta kondisi daratan. Seperti yang sudah diketahui saat ini bahwa di beberapa wilayah pesisir Indonesia sedang mengalami banjir rob. Penyebab banjir rob tidak hanya dipengaruhi faktor curah hujan tinggi, melainkan pemanasan global, pemanfaatan air tanah, kerusakan ekosistem pesisir, dan lain-lain. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu menanggulangi dengan cara yang tepat.
Adakah cara yang tepat untuk menanggulangi banjir rob? Tentu ada sobat lemma, yuk langsung saja diperhatikan penjelasan berikut ini:
- Melakukan Konsep Water Front City, yaitu menjadikan air sebagai bagian kehidupan sehari-hari dari masyarakat. Konsep ini bisa diterapkan di daerah yang mempunyai tingkat penurunan tanah yang tinggi. Secara tidak langsung, dengan menerapkan konsep ini dapat menghendaki masyarakat untuk membuat rumah panggung dengan kondisi sekelilingnya adalah air bersih.


- Melakukan Konseptidal gate, yaitu meletakkan pintu air atau pintu pasang surut di daerah muara dengan tujuan untuk mencegah air laut yang datang dan masuk ke sungai yang terlalu besar.
- Pembangunan polder, yaitu pembuatan kolam kecil yang digunakan untuk menampung rob.


- Menanam mangrove. Akar mangrove dapat berperan sebagai jaring yang menjerat sedimen sehingga mengurangi dampak abrasi akibat adanya banjir rob.
- Mengurangi efek pemanasan global dengan mengurangi pemakaian kendaraan bermotor dan barang-barang yang meningkatkan lepasnya gas rumah kaca.

Nah, itu dia cara yang tepat untuk menanggulangi banjir rob yang sering terjadi di daerah pesisir pantai. Semoga bermanfaat ya sobat lemma!
Sumber:
https://rimbakita.com/banjir-rob/
https://wanaswara.com/solusi-penanggulangan-banjir-rob/
Ni’ma Ma’rifah // LMA.2221016