
Kelompok fauna yang memiliki beragam warna yang sangat cantik ini adalah Terumbu Karang. Namun, seperti yang terlihat pada gambar ada terumbu karang yang berwarna putih pucat. Hal ini karena adanya perubahan yang dapat kita sebut Coral Bleaching atau Pemutihan Karang. Ada pun penyebabnya karena berbagai stresor, seperti perubahan suhu, cahaya, atau nutrisi.
Saat ini, terumbu karang terbesar di dunia berada di Australia yaitu Great Barrier Reef , dikonfirmasi sedang mengalami “mass bleaching“. Peristiwa serupa pernah terjadi di tahun 1998, 2002, 2016, 2017, dan 2020. Kejadian yang dialami Great Barrier Reef saat ini menurut ilmuwan terjadi karena peningkatan suhu.
Mengutip dari “Coral Bleaching – A Review of the Causes and Consequences”, sebagian besar terumbu karang hidup bersimbiosis dengan zooxanthellae, sebuah tipe alga bersel tunggal. Zooxanthellae berfotosintesis dan menjadi sumber nutrisi umtuk terumbu karang.
Ketika terjadi bleaching, itu berarti zooxanthellae telang meninggalkan terumbu karang tersebut atau pigmen di dalam alga berkurang. Hal ini menyebabkan rangka kalsium karbonat yang berwarna putih terlihat jelas pada karang yang transparan, sehingga karang berwarna putih.
Penyebab utama zooxanthellae meninggalkan terumbu karang adalah peningkatan suhu laut dalam skala besar. Hal ini disebabkan kurangnya kemampuan sistem fotosintesis zooxanthellae untuk memproses cahaya. Cahaya yang masuk melebihi kapasitas sehingga memproduksi radikal bebas dapat merusak struktur sel. Kemudian, terumbu karang tidak bisa menoleransi molekul beracun itu sehingga zooxanthellae harus pergi untuk menghindari kerusakan jaringan. Hal ini terjadi karena perubahan iklim yang disebkan oleh pemanasan global.
Oleh karena itu, kesadaran akan keseimbangan ekosistem laut maupun perubahan iklim harus menjadi perhatian semua masyarakat dunia. Yuk, mari kita mulai dengan hal-hal kecil yang dapat mengurangi global warming!
Sumber:
Indriyani Rifqi Aulia // LMA.2220007