
1. Sejarah singkat
Thomas Cup pertama kali digelar di tahun 1949 di Preston, Inggris. Event ini harusnya digelar di tahun 1939, namun ditunda karena adanya Perang Dunia II. Event beregu putra ini didirikan atas ide George Alan Thomas, pemain bulu tangkis asal Inggris yang pernah meraih 21 gelar juara All England.
Sementara itu, nama turnamen Uber Cup diambil dari penggagasnya, Betty Uber, yang juga merupakan pemain bulu tangkis asal Inggris. Berbeda dengan Piala Thomas, Piala Uber baru berlangsung pertama kalinya di tahun 1957 di Lancashire, Inggris. Kini, Thomas dan Uber Cup menjadi salah satu kejuaraan beregu dunia yang cukup bergengsi.
2. Waktu pelaksanaan
Sejak 1949 – 1982, Thomas Cup digelar tiap tiga tahun sekali. Selanjutnya, sejak gelaran tahun 1984, waktu penyelenggaraan Thomas Cup diubah menjadi dua tahun sekali hingga saat ini.
Sama seperti Thomas Cup, Uber Cup juga digelar tiap tiga tahun sampai tahun 1981. Kemudian pada tahun 1984 barulah Uber Cup digelar bersamaan dengan Thomas Cup setiap dua tahun sekali.
3. Format pertandingan
Pada awalnya, Thomas dan Uber Cup dilaksanakan dengan format sembilan partai (lima tunggal dan empat pasang ganda) yang berlangsung selama dua hari. Sebuah negara baru bisa juara jika setidaknya memenangkan lima pertandingan.
Mulai tahun 1984, Thomas dan Uber Cup dilaksanakan tiap dua tahun sekali dengan format lima pertandingan (tiga tunggal dan dua pasang ganda) dengan minimal meraih tiga kemenangan.
4. Hadiah yang diterima
Thomas dan Uber Cup masuk daftar turnamen BWF yang tidak menawarkan hadiah uang bagi atlet dari negara yang berlaga. Meski ada desakan untuk memberikan hadiah uang sebagai apresiasi, BWF masih bertahan dengan kebijakannya tersebut.
Negara pemenang hanya akan memboyong piala yang ikonik dan medali. Namun, mereka mendapatkan kebanggaan tidak ternilai dengan melihat bendera negara sendiri berkibar di tempat tinggi turnamen penuh gengsi itu. Hal ini tentu akan menambah semangat para atlet untuk meraih juara.
5. Prestasi Indonesia di Thomas dan Uber Cup
Sebagai salah satu negara yang cukup disegani dalam olahraga bulu tangkis, Indonesia memiliki catatan prestasi yang cukup membanggakan. Indonesia menjadi negara dengan pemegang gelar Thomas Cup terbanyak, yaitu tiga belas kali. Bahkan, negara kita pernah lima tahun berturut-turut menjuarai Thomas Cup, yaitu di tahun 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002.
Terakhir kalinya Piala Thomas diboyong Indonesia adalah di tahun 2002 dengan mengalahkan Malaysia 3-2. Tunggal putra peraih medali perak Olimpiade Sydney, Hendrawan, menjadi penentu kemenangan.
Catatan kemenangan Indonesia pada Uber Cup sedikit berbeda. Indonesia baru tiga kali menjuarai Uber Cup, yaitu di tahun 1975 (berlaga melawan Jepang di partai final) serta tahun 1994 dan tahun 1996 (mengalahkan Tiongkok).
Sumber:
https://www.idntimes.com/sport/arena/pak/fakta-thomas-dan-uber-cup-c1c2/7
Pramudita Damayanti // LMA.2120010