Hallo reader!!!
Lama yaa kita tidak berjumpa, bagaimana nih kabarnya? Sudah penat dengan kuliah? Eeittss, masih awal masuk pasti masih semangat yaaa.
Math harus tau balik lagi nih, pastinya membawa informasi yang menarik dan seru. Apa yaa kira-kira? Yups, math harus tau Minggu ini akan membahas tentang “Hari Tanpa Bayangan”
Yukk, simak ulasan berikut!
Dimana pun kita berada pasti ada bayangan diri kita atau benda sekitar yang selalu mengikuti, tapi kali ini berbeda ada hari dimana tanpa bayangan dengan waktu tertentu, pasti banyak orang yang penasaran dengan fenomena tersebut karena biasanya jika kita berdiri di luar ruangan cahaya matahari akan membentuk bayangan diri kita, namun mulai pekan depan, sejumlah wilayah di Indonesia akan menikmati fenomena hari tanpa bayangan Matahari.
Fenomena hari tanpa bayangan adalah posisi di mana Matahari berada di atas Indonesia, tepat berada di titik zenith. Posisi matahari ini membuat tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari.
Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang mengatakan, posisi Matahari berada di atas Indonesia bukanlah sesuatu yang langka. Sebab, Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh garis khatulistiwa. Dengan lokasi geografis seperti ini, Matahari akan berada di atas Indonesia dua kali setahun.
Untuk tahun ini, posisi Matahari di atas Indonesia yang pertama sudah terjadi sejak akhir Februari hingga awal April silam. Sedangkan, fenomena hari tanpa bayangan yang kedua akan terjadi antara tanggal 6 September hingga 21 Oktober mendatang. Berbeda halnya dengan kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, yang hanya akan mengalami hari tanpa bayangan Matahari sekali dalam setahun.
Cara untuk mengecek terjadinya fenomena tanpa bayangan dan menikmati detik-detik itu dengan menggunakan beberapa cara yang terbilang mudah. Masyarakat dapat menggunakan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang disimpan dengan posisi tegak. Kemudian, untuk mengetahui fenomena langit bisa meletakkan benda itu di permukaan yang rata dan bisa diamati sesuai jam yang sudah ditentukan.
Wahhh, ternyata di Indonesia ada fenomena semacam ini yaaa, mungkin dapat kita coba untuk membuktikan di daerah kalian terjadi fenomena seperti ini atau tidak.
Sekian dulu, math harus tau Minggu ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kalian semua. Sampai jumpa Minggu depan. Pantengin terus yaa sosial media lemma agar tidak terlewatkan konten menarik lainnya.
Sumber :
Putri Windasari//LMA.2019011