Sejak diberitakan bahwa vaksin Covid-19 telah tiba di Indonesia, muncul berbagai informasi yang membuat masyarakat ragu tentang keamanannya. Hal ini dikarenakan terlalu banyak informasi yang bertebaran, tetapi tidak semuanya benar. Di era digital ini, informasi seputar vaksin Covid-19 dan perkembangannya menyebar sangat cepat. Masyarakat pun kesulitan membedakan mana informasi yang benar ataupun yang salah.
Agar tidak termakan informasi yang tidak benar, simak 5 fakta mengenai vaksin Covid-19 berikut ini:1. Vaksin Covid-19 aman dan halal digunakan
Banyak masyarakat yang meragukan keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19. Namun, perlu diketahui bahwa vaksin yang akan diedarkan di Indonesia harus dipastikan lulus uji klinis dan evaluasi dari BPOM terlebih dahulu.
Selain itu, isu bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 mengandung bahan yang tidak halal merupakan informasi yang telah dipastikan tidak benar. Vaksin ini pun tidak mengandung boraks, formalin, merkuri, dan pengawet. Keamanan vaksin juga tentunya akan terus dipantau, baik saat diberikan maupun setelahnya. 2. Vaksin Covid-19 tidak membuat kebal 100% dari Covid-19
Memperoleh vaksin Covid-19 bukan berarti kita akan kebal 100% dari Covid-19, melainkan akan memicu pembentukan daya tahan tubuh dari virus penyebab Covid-19. Apabila setelah kita divaksin masih terjangkit Covid-19, maka kita hanya mengalami gejala ringan.
Maka, meskipun kita telah memperoleh vaksin, kita harus tetap disiplin menaati protokol kesehatan.3. Orang yang sudah tertular dan sembuh dari Covid-19 perlu divaksinasi
Karena infeksi ulang Covid-19 sangat mungkin terjadi, vaksin tetap harus diberikan pada seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19. Saat ini, para ahli belum mengetahui sampai kapan seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 akan terlindungi dari terinfeksi lagi. Kekebalan tubuh yang didapatkan seseorang dari infeksi (kekebalan alami), tidak sama antar setiap orang. Hal ini masih dipelajari lebih lanjut. Sementara ini, prioritas vaksin akan difokuskan pada mereka yang belum pernah terinfeksi sama sekali terlebih dulu.4. Vaksin Covid-19 tidak akan mengubah DNA seseorang
Vaksin Covid-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apapun. Vaksin RNA Messenger atau vaksin mRNA adalah vaksin Covid-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat. Vaksin ini mengandung sebagian protein dalam virus yang memicu respon imun dalam tubuh. Perlu diketahui, mRNA dari vaksin Covid-19 tidak pernah memasuki inti sel, tempat DNA disimpan. Artinya, mRNA tidak bisa mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun.5. Tahapan kelompok penerima vaksin Covid-19
Pemberian vaksin Covid-19 oleh pemerintah akan dilakukan secara bertahap karena pasokan vaksin Covid-19 tidak cukup untuk diberikan ke seluruh masyarakat sekaligus dalam satu waktu. Periode pertama dimulai dari Januari hingga April 2021, dan periode kedua pada April 2021 hingga Maret 2022.
Ada beberapa kelompok yang diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu. Menurut WHO, petugas kesehatan, petugas publik, dan orang yang berisiko tinggi untuk tertular atau sakit parah akibat Covid-19, misalnya karena memiliki penyakit penyerta, merupakan kelompok prioritas.
Itulah beberapa fakta penting mengenai vaksin Covid-19. Perlu diingat bahwa vaksinasi merupakan langkah pencegahan, bukan pengobatan. Jadi, meski kita telah memperoleh vaksin Covid-19, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, tidak berkerumun, dll.
Sumber:
https://pantirapih.or.id/rspr/wp-content/uploads/2021/06/vaccine-626×380.jpg
https://www.alodokter.com/jangan-termakan-isu-ini-fakta-penting-vaksin-covid-19
https://www.halodoc.com/artikel/perlu-tahu-ini-fakta-lengkap-mengenai-vaksin-covid-19
Pramudita Damayanti // LMA.2120010