Para penikmat sepak bola pasti mengetahui tentang Euro. Euro merupakan ajang sepak bola bergengsi yang diadakan setiap 4 tahun sekali. Euro 2020 adalah edisi ke-16 dari Kejuaraan Eropa UEFA (Union of European Football Associations) yang seharusnya mentas tahun lalu, tetapi akibat pandemi, ajang ini terpaksa diundur dan mulai digelar kembali pada 11 Juni hingga 11 Juli 2021. Sebanyak 24 tim akan bersaing menjadi yang terbaik di Benua Biru. Meski digelar pada 2021, nama yang digunakan untuk Piala Eropa edisi kali ini tetap “Euro 2020”.
Berikut fakta menarik tentang Euro 2020 yang sedang digelar.
1. Sempat ditunda
Pada awal 2020, pandemi di Eropa menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampaknya kepada pemain, staf, dan pengunjung di 12 kota tuan rumah turnamen. Dalam Kongres UEFA pada awal Maret, Presiden UEFA Aleksander Čeferin mengatakan organisasi tersebut yakin bahwa situasinya dapat ditangani, sementara sekretaris jenderal Theodore Theodoridis menyatakan bahwa UEFA tetap melakukan kontak dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan pemerintah nasional mengenai coronavirus.
UEFA mengadakan konferensi video pada 17 Maret 2020 dengan perwakilan dari 55 asosiasi anggotanya, bersama perwakilan FIFPro dan dewan Asosiasi Klub Eropa serta Liga Eropa, untuk membahas tanggapan terhadap wabah untuk kompetisi domestik dan Eropa, termasuk Piala Eropa 2020. Dalam pertemuan tersebut, UEFA mengumumkan bahwa turnamen ditunda hingga tahun depan dan mengusulkan akan berlangsung pada tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2021. Pada keesokan harinya, Biro Dewan FIFA menyetujui perubahan tanggal dalam Kalender Pertandingan Internasional FIFA. Akibatnya, Piala Dunia Antarklub FIFA diperluas yang dijadwalkan berlangsung pada Juni dan Juli 2021, telah ditunda.
2. Penggunaan sistem VAR
Pada 27 September 2018, Komite Eksekutif UEFA menyetujui penggunaan sistem asisten wasit video (VAR) untuk pertama kali dalam Kejuaraan Eropa UEFA. Sistem VAR digunakan untuk memutuskan beberapa peristiwa di sebuah laga sepak bola. Teknologi ini menentukan saat terjadi gol, keputusan penalti, pemberian sebuah kartu kepada pemain, dan saat menjatuhkan sanksi ke pemain. VAR terhubung ke sistem komunikasi yang digunakan oleh ofisial pertandingan dan dapat mendengar semua yang mereka katakan. VAR hanya dapat berbicara dengan wasit dengan menekan tombol (untuk menghindari wasit terganggu oleh percakapan di VOR) .Jika VAR sibuk dengan ‘memeriksa’ atau ‘meninjau’, AVAR dapat berbicara dengan wasit terutama jika permainan perlu dihentikan atau untuk memastikan permainan tidak dimulai kembali. Jika wasit memutuskan untuk melihat rekaman tayangan ulang, VAR akan memilih sudut/kecepatan pemutaran ulang terbaik, dan wasit dapat meminta sudut/kecepatan lain/tambahan. Wasit adalah satu-satunya orang yang dapat membuat keputusan akhir. VAR memiliki status yang sama dengan ofisial pertandingan lainnya dan hanya dapat membantu wasit. Banyak kontroversi yang terjadi dalam penggunaan sistem VAR ini, hal ini karena VAR dianggap akan menghapus drama-drama yang terjadi dalam sepakbola.
3. Fenomena memindahkan botol minuman sponsor
Ketika konferensi pers pertandingan pertama Portugal pada 14 Juni 2021, Cristiano Ronaldo memindahkan botol Coca-Cola dari meja dan kemudian memegang botol air putih di depan kamera. Ia menyoroti bahwa air putih lebih sehat daripada Coca-Cola atau minuman berkarbonasi lain dan menegaskan itu merupakan minuman idealnya. Tindakan tersebut dikira sebagai penyebab anjloknya nilai saham Coca-Cola, tetapi kemudian bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan tindakan Ronaldo tersebut. Setelah pertandingan pertama Prancis melawan Jerman, Paul Pogba memindahkan botol bir Heineken non alkohol dari meja ketika konferensi pers. Setelah dua tindakan tersebut, UEFA berbicara kepada setiap tim peserta Piala Eropa yang menunjukan pentingnya sponsor. UEFA juga mengatakan bahwa jika hal itu terjadi lagi, maka hukuman akan diberikan kepada pemain tersebut.
4. Stadion penuh penonton
Suasana berbeda terlihat pada pertandingan Euro 2020 antara Hungaria vs Portugal di Puskas Arena, Budapest, pada Selasa (15/6) malam. Dalam laga tersebut Stadion Puskas dipadati puluhan ribu penonton tanpa ada jarak sosial. Seluruh tiket pertandingan dilaporkan telah terjual habis.Ini menjadi suasana yang langka terjadi di sepak bola pada masa pandemi Covid-19, di mana pada pertandingan Euro di kota lain masih dilakukan pembatasan jumlah penontonnya. Hal ini bisa terjadi tak lain karena peran Pemerintah Hungaria yang berupaya keras untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan program vaksinasi secara masif jelang Euro 2020.
Pemerintah Hungaria juga telah memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus Covid-19 jelang Euro 2020. Kemudian, penonton yang akan ingin menyaksikan laga Hungaria vs Portugal diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksinasi nasional. Sementara, anak di bawah 18 tahun harus ditemani orang dewasa yang sudah divaksin. Sedangkan untuk fan Portugal yang hadir ke Hungaria diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin atau dapat menunjukkan hasil tes PCR yang dilakukan 72 jam sebelum kick-off.
5. Opening final euro 2020
official akun twitter resmi UEFA EURO 2020 mengumumkan sebuah hasil voting pemilihan opening song yang akan diputar pada saat final EURO 2020 nanti. Pada tanggal 02 Juli 2021 kemarin, melalui sebuah tweet nya pihak EURO 2020 resmi mengumumkan lagu dari BTS “BUTTER” akan menjadi opening song pada saat final EURO 2020 nanti. Hasil dari voting tersebut banyak sekali menuai kontroversi. Dengan adanya banyak keluhan yang diberikan kepada pihak EURO, akhirnya pihak EURO 2020 memberikan sebuah keputusan baru melalui sebuah tweet di akun twitter nya. Isi dari tweet itu sendiri adalah mereka tidak hanya menggunakan 1 lagu tetapi menggunakan 4 lagu yang berbeda, yaitu: BTS “Butter”, Louis Tomlinson “Kill My Mind”, The Weekend “Blinding Light”, dan Harry Styles “Adore You”.
Sumber:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/UEFA
Muhamad Fryan Fergiyawan// LMA. 2019020