5 Cara Belajar Efektif yang Dapat Diterapkan

Belajar adalah bagian hidup dari manusia. Kehidupan akan selalu erat dengan pembelajaran. Manusia belajar semenjak mereka masih kecil. Belajar berjalan, mengigit, dan makan adalah hal-hal yang kita pelajari semasa kita bayi. Belajar merupakan proses hidup manusia untuk berevolusi. Dengan belajar, manusa mampu menemukan dan mengembangkan potensi dalam dirinya. Belajar dalam KBBI dijelaskan sebagai suatu usaha mendapatkan ilmu. Ilmu ini adalah hal yang berguna bagi seseorang dalam meningkatkan pemahamannya terhadap suatu objek atau perihal. Kita yang mengambil jurusan Matematika adalah orang-orang yang ingin meningkatkan pemahaman kita terhadap ilmu Matematika, berarti kita adalah orang yang belajar (pembelajar).

Belajar bukanlah proses yang mudah. Apalagi, kita sebagai mahasiswa harus tetap belajar pada saat kondisi pandemi yang membuat kita belajar dari rumah. Tetapi, belajar adalah keharusan sebagaimana untuk menunjang kehidupan walaupun situasi tidak mendukung. Oleh sebab itu, berdasarkan belajar bukanlah proses yang mudah, ada teknik yang dapat diterapkan dalam kita melakukan pembelajaran, khususnya kita yang sedang mengalami kuliah daring. Berikut adalah teknik-teknik belajar yang dapat diterapkan.

I. Teknik Feynman

Teknik ini diciptakan oleh seorang fisikawan kebangsaan Amerika, peraih Nobel, dan mendapat julukan The Great Explainer, yaitu Richard Feynman. Secara singkat, teknik ini memiliki konsep seolah-olah mengajar orang lain. Lalu, bagaimana melakukan teknik ini. Berikut adalah Langkah-langkah dalam melakukannya.

a) Pilih materi apa yang ingin kamu pelajari.

b) Bacalah dan pahami materi tersebut dengan baik.

c) Tulis kembali materi yang sudah kamu pelajari ke sebuah kertas sambil menjelaskan materi tersebut seolah-olah sedang mengajar kepada orang lain.

d) Saat kamu menulis dan seolah-olah sedang mengajar, kamu akan menemukan bagian mana yang perlu kamu kuasai lebih dalam lagi.

e) Pelajari lagi materi yang belum kamu kuasai sampai kamu benar-benar bisa menjelaskannya dengan baik.

f) Jelaskan kembali materi tersebut dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

g) Ulangi sampai kamu benar-benar lancar dan menguasai materi pelajaran tersebut.

II. Teknik Pomodoro

Teknik pomodoro ini adalah teknik belajar yang bisa digunakan untuk seseorang yang suka menyendiri atau mudah terdistraksi saat belajar (gangguan baik dari orang lain maupun dari kegiatan yang tidak seharusnya dilakukan). Teknik ini ditemukan oleh Francesco Cirillo pada tahun 1980-an yang mengedepankan pengelolaan waktu belajar dengan pemberian waktu istirahat selama 3-5 menit dalam interval 25 menit untuk fokus belajar. Lalu, bagaimana cara melakukaknnya. Caranya adalah sebagai berikut.

a) Menentukan topik yang akan dipelajari.

Materi yang akan dipelajari dipersiapkan sebelum melakukan pembelajaran.

b) Mengatur timer atau pengingat setiap 25 menit.

Mengatur timer pada perangkat smartphone atau pada aplikasi Pomodoro yang kamu gunakan selama 25 menit. Ketika kamu sudah siap, jalankan timer tersebut.

c) Fokus dan jangan melakukan hal lain selain mempelajari materi tersebut.

Setelah timer mulai berjalan, langkah selanjutnya adalah saatnya mulai belajar dengan fokus dan berkonsentrasi kepada materi atau tugas yang sebelumnya telah dipersiapkan. Selama rentang waktu 25 menit tersebut, kamu tidak boleh melakukan hal lain selain fokus belajar walaupun ada notifikasi pesan dari smartphone. Ini dimaksudkan agar perhatianmu tidak teralihkan saat belajar.

d) Istirahat 3-5 menit setelah sesi belajar 25 menit selesai.

Kamu diharuskan beristirahat selama 3-5 menit setelah timer berbunyi walaupun tugas atau materi yang dipelajari belum selesai. Pada waktu istirahat ini, kamu diperbolehkan untuk mengakses smartphone atau hal lain. Apabila masih ada materi atau tugas yang harus dipelajari lagi, kamu dapat kembali ke langkah yang kedua secara berulang hingga materi atau tugasmu selesai. Kamu boleh menambah waktu istirahat hingga 15-30 menit setelah mengulangi belajar yang keempat kalinya.

III. Metode Belajar SQ3R

SQ3R merupakan singkatan dari Survey, Question, Read, Recite, dan Review. Sebenarnya, SQ3R adalah satu teknik dalam membaca. Teknik ini dapat diterapkan apabila sedang mempelajari buku-buku teks. Langkah-langkahnya diuraikan sebagai berikut.

a) Survey

Langkah ini melakukan sebuah penelaahan secara sepintas terhadap seluruh teks. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran umum dari isi yang terkandung dalam atau materi tersebut. Survey dapat dilakukan dalam 3 hal, yaitu menelusuri daftar isi untuk mendapatkan keseluruhan organisasi buku, membaca kata pengantar untuk mengetahui permasalahan utama dalam buku, dan melihat organisasi bab secara sekilas.

b) Question

Question pada teknik SQ3R dilakukan setelah menyelesaikan tahap survey dimana pembaca kini memiliki awalan ide mengenai bacaan selanjutnya. Pada tahap ini, pembaca akan mengubah judul, topik atau subtopik ke dalam bentuk pertanyaan. Tujuan dari bagian bertanya atau question ini adalah untuk mengetahui setiap detail dari bahan bacaan.

c) Read

Bagian ini adalah tahap menjawab pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya. Jawaban biasanya berupa ide utama dari setiap paragraf. Ada 5 tahapan dalam membaca, yaitu mencari jawaban dari pertanyaan di tahap sebelumnya, membaca ulang petunjuk gambar, grafik, dan kalimat garis bawah, mengurangi kecepatan membaca saat menemukan bagian sulit, mengulangi membaca jika belum paham (jika perlu), dan membuat kata kunci dari setiap bagian.

d) Recite

Dalam tahap ini, pembaca akan menulis kembali dengan kalimatnya sendiri setiap informasi yang sudah didapatkan setelah pembaca menyelesaikan membaca dan menjawab pertanyaan.

e) Review

Setelah selesai membaca buku atau cerita secara keseluruhan, pembaca membaca kembali bagian-bagian penting dalam teks atau cerita yang telah dibaca (mengulas). Hal ini penting dilakukan untuk memperjelas pemahaman terhadap teks atau cerita. Beberapa tahapan dapat dilakukan dalam melakukan review, yaitu memahami bacaan secara menyeluruh, mengumpulkan semua jawaban, memeriksa jawaban, dan melakukan review berkali-kali untuk membantu pembaca mengingat informasi.

IV. Teknik Spaced Repetition

Spaced repetition pada dasarnya merupakan sebuah teknik belajar yang bisa digunakan untuk mengingat konsep materi pelajaran. Konsep strategi pembelajaran menggunakan spaced repetition ini fokus pada pengulangan materi dan memberi jarak waktu belajar. Teknik ini mendorong siswa untuk belajar dalam jangka waktu yang lebih lama daripada cramming (belajar tergesa-gesa/mengebut) pada malam sebelumnya. Memberikan batas pada waktu belajar memungkinkan pikiran untuk membuat hubungan antara ide-ide dan membangun pengetahuan yang dapat dengan mudah diingat nanti. Untuk mencoba teknik ini, kita bisa memberikan jadwal dalam mengulas materi yang ingin diperlajari dengan memberikan batas waktu. Contohnya adalah sebagai berikut.

Hari pertama : Mempelajari materi di kelas

Hari kedua : Melihat kembali dan mengulas

Hari ketiga : Melihat kembali dan mengulas

Setelah satu minggu : Melihat kembali dan mengulas

Setelah dua minggu : Melihat kembali dan mengulas

Perencanaan penting dilakukan sejak dini. Di awal setiap semester, kita bisa jadwalkan beberapa waktu dalam setiap hari hanya untuk mempelajari dan meninjau materi. Bahkan, jika ujian kita tinggal beberapa bulan lagi, ini akan membantu kita membuat diri mempunyai bertanggung jawab.

V. Mind Mapping

Mind mapping adalah metode yang baik untuk seseorang yang memiliki tipe pembelajaran visual (visual learner). Teknik ini memungkinkan seseorang untuk mengatur informasi secara visual melalui diagram. Pertama, kita menulis sebuah kata di tengah halaman kosong. Dari sana, kita menulis ide dan kata kunci utama dan menghubungkannya langsung ke konsep sentral. Selanjutnya, ide-ide terkait lainnya akan terus berkembang.

Struktur mind map terkait dengan cara otak kita menyimpan dan mengambil informasi. Memetakan catatan daripada hanya menuliskannya dapat meningkatkan pemahaman bacaan. Ini juga memungkinkan kita untuk melihat gambaran besar dengan mengomunikasikan hierarki dan hubungan antara konsep dan ide.

Bagaimana kita dapat melakukannya? Berikut adalah cara yang bisa kita lakukan.

a) Ambil selembar kertas kosong (atau gunakan alat online) dan tulis topik belajar kamu di tengah halaman.

b) Hubungkan salah satu ide utama kamu (bab dari buku atau catatan Anda) ke topik utama.

c) Hubungkan subcabang ide pendukung ke cabang utama kamu. Ini merupakan asosiasi ide.

d) Tips : Gunakan warna yang berbeda untuk setiap cabang dan menggambarlah jika itu membantu.

Sumber Referensi :

https://caritahu.kontan.co.id/news/5-teknik-belajar-yang-efektif-saat-home-learning?page=all

https://www.dicoding.com/blog/cara-belajar-efektif-dan-efisien/

https://www.gramedia.com/literasi/5-teknik-belajar-yang-patut-dicoba-agar-belajar-makin-efektif/

https://pahamify.com/blog/konsep-strategi-pembelajaran-spaced-repetition/

https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/membaca-dengan-teknik-sq3r-apa-maksudnya-5330/

https://www.usa.edu/blog/study-techniques/

Ibrahim Erlangga//LMA.2120003

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai