Badak Putih Utara Resmi Punah?

Badak putih utara merupakan hewan yang berasal dari Afrika terbesar ketiga setelah gajah dan kuda nil. Beratnya mencapai 1.700-2.400 kilogram. Badak putih utara merupakan hewan mamalia pemakan tumbuhan atau herbivora. Badak putih dan badak hitam memiliki warna yang sama yaitu berwarna abu-abu. Perbedaan dari badak putih dan badak hitam terletak di bentuk bibir mereka. Badak hitam memiliki bibir atas yang runcing, sedangkan badak putih memiliki bibir persegi.

Belum lama ini (6/6/2021) media sosial diramaikan dengan klaim bahwa badak putih utara resmi punah. Pada akun mongabay.id mengumumkan bahwa “Badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) bertahan 55 juta tahun di planet bumi, mengalami dan bertahan dari keganasan jaman es, gempa bumi besar, hantaman meteor, dan saksi hidup perubahan-perubahan di bumi. Mamalia raksasa ini tak bisa bertahan pada keganasan manusia, dan sudah resmi punah secara fungsional” dalam captionnya (Mongabay, 2021). Dan dalam postingan tersebut dilengkapi oleh foto badak putih utara yang diambil dari karya fotografer National Geographic, Ami Vitale.

National geographic memberitakan kematian badak putih utara jantan dalam artikelnya yang berjudul “After Last Male’s Death, Is the Northern White Rhino Doomed?” pada 20 Maret 2018 kemarin (Gibbens, 2018). Badak putih utara jantan tersebut bernama Sudan dan merupakan yang terakhir di dunia. Konservasi Ol Pejeta dan Kebun Binatang Dvur Kralove pada tanggal yang sama juga mengumumkan bahwa Sudan mati di Konservasi Ol Pejeta di Kenya oada tanggal 19 Maret 2018 dalam usia 45 tahun. Alasan kematian Sudan dikarenakan oleh gangguan kesehatan. Ia dirawat karena komplikasi penyakit yang dideritanya terkait usia yang menyebabkan degeneratif pada otot dan tulang yang dikombinasikan luka kulit yang luas. (Tempo.co, 2021)

Kematian Sudan ini mengakibatkan badak putih utara dideklarasikan punah secara fungsional (fungtionally extinct) sejak 2018. Punah secara fungsional berarti jumlah dari hewan tersebut sangat kecil dan mereka tidak lagi memainkan peran yang signifikan dalam fungsi ekosistem atau populasi tidak lagi layak. Kini jumlah dari badak putih utara hanya tersisa dua betina yaitu Najin yang berusia 31 tahun dan anak betina dari Sudan, dan Fatu yang berusia 21 tahun. Status konservasi badak putih utara kini dinyatakan kritis (kemungkinan punah di alam liar). Status konservasi yang kritis ini dikarenakan habitat aslinya yaitu Afrika Tengah tengah terancam sejak terjadinya perang saudara pada akhir abad ke-20 dan juga diakibatkan perburuan oleh manusia.

Jika dikatakan punah, badak putih utara belum sepenuhnya punah. Suatu spesies dikatakan punah jika anggota terahir dari spesies tersebut mati dan tidak ada makhluk hidup dari spesies tersebut yang dapat berkembang biak dan membentuk generasi. Para ilmuwan tengah bekerja untuk menyelamatkan badak putih utara di laboratorium dengan memanen telur dari dua invididu terakhir yang tersisa saat ini.

Jadi mulai sekarang ayo lebih peduli dengan satwa langka. Manusia memang bukan satu-satunya alasan penyebab kepunahan spesies. Namun menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) manusia berkontribusi meningkatkan laju kepunahan lebih dari 100 kali lipat. Sudah saatnya kita lebih peduli dengan hewan langka dan menjaga habitatnya dengan menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber :

Gibbens, S. (2018, Maret 20). National Geographic. Retrieved from https://www.nationalgeographic.com/animals/article/northern-white-rhino-male-sudan-death-extinction-spd

Mongabay. (2021, Juni 6). mongabay.id. Retrieved from https://www.instagram.com/p/CPwzDaKg0d_/?utm_source=ig_web_copy_link

Tempo.co. (2021, Juni 14). Retrieved from https://cekfakta.tempo.co/fakta/1407/sesat-klaim-badak-putih-utara-resmi-punah-pada-2021

Nurlaili Mardhiyah//LMA.2120009

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai