Toxic Relationship

Di dalam kamar dengan naungan cahaya yang lembut , aku termenung membayangkan betapa egoisnya kehidupanku di masa lalu. Entah mengapa, itu membuatku mengerti apa arti penyesalan datang diakhir.

Aku adalah Jiyan, tidak ada yang spesial di dalam diriku. Aku berada dalam keluarga yang bisa dibilang terpandang baik dengan keadaan yang sangat cukup. Suatu hari ketika umurku menginjak dewasa aku mengerti apa itu rasa suka , cinta bahkan sayang. Namun, semua tidak berjalan baik karena aku tidak punya akal yang sehat ketika rasa cinta itu ada.

Aku memiliki kekasih bernama Dodo , bisa dibilang dia adalah orang yang baik ketika aku mengenalnya. Sudah 3 tahun kita menjalin kasih dan suatu hari dimana itu adalah hari anniversary kita. 

“ Tingg .. “ suara notif dari hp ku yang ternyata dari Dodo tulisnya

“ Jam 5 sore nanti kita ketemu ditempat biasa ya “

“ iyaa sampai ketemu nanti ya “dengan cepat kubalas.  Dengan waktu yang tersisa aku gunakan untuk bersiap. Dan akhirnya aku pun bergegas untuk pergi ke tempat biasa yang dimaksud yaitu kafe Made.

Setibanya di sana ternyata Dodo sudah duduk dan menunggu ku di meja biasa kita pesan.

“ Maaf aku telat ya ? “ kataku sambil menarik kursi yang ada di depannya

“ Ga kok , emang aku daritadi udah disini aja “ sahut Dodo

“ mmm , ada yang mau aku omongin “ kata Dodo yang seperti nya ragu

“ Kenapa ? “ tanya ku yang binggung

“ Jadi yan, aku mau kita udahan ya. Aku tahu kamu pasti bakal kaget dengernya tapi aku ada alasan “ ucapnya yang membuatku kaget

“ Apa aku ada salah ? “ tanyaku

“ Sebenarnya bukan salahmu atau salahku , tapi aku merasa selama kita terus bersama kita ga akan pernah bisa berkembang “ katanya sambil menunduk

“ Aku masih bingung sama maksudmu “ tanyaku yang heran

“ Jadi, sebenarnya ketika kita bersama aku merasa senang, ya tapi seneng aja. Sedangkan waktuku untuk hal lain berkurang karena fokusku adalah kamu dan ya aku gatau lagi mau gimana karena selama 3 tahun ini yang kudapat hanya kesenangan ketika bersamamu , tapi setelah kita ketemu aku merasa tertinggal banyak dalam hal karir jika dibanding dengan teman – temanku  “ katanya

“ Jadi kenapa kita ga serius aja sama hubungan ini , lagian umur kita juga sudah cukup untuk menikah ? Yang kebuang waktunya kan bukan kamu aja, tapi aku juga. Aku sebisa mungkin menahan untuk ga bilang ke kamu karena kan semua dijalanin berdua bukan sepihak, lalu kenapa ga kita coba bareng – bareng aja benahi diri ? “ tanyaku yang masih kaget sama ucapannya

“ Buatku , aku masih belum bisa kalau harus melakukan nya sama kamu. Jadi udahan ya aku masih ada urusan “ ucapnya sambil berdiri meninggalkanku sendiri.

Aku pun sudah tidak tahu apalagi yang harus kulakukan, aku pulang dengan keadaan yang sedih dan masih kaget. Sesampainya dikamar aku hanya termenung, selama 3 tahun apa yang kita lakukan bersama dan aku menyadari waktuku selama itu hanya untuknya. Selama 3 tahun itu kita bisa lewati masalah bersama – sama baik masalah pendidikan, karir, bahkan masalah internal. Dan ketika aku merenungkannya yang kudapat hanya keegoisan kita akan segala hal, seperti dunia berasa milik berdua. Banyak hal – hal yang penting terlewat ketika aku bersama nya , tapi kenapa dulu aku tidak menyadari nya? Kenapa baru sekarang ? apakah hanya aku yang berpikir semua bisa kulalui ketika bersama Dodo?

Memikirkannya membuatku tersadar betapa bodohnya aku ini , sudah melewatkan waktu yang berguna hanya untuk merasakan kesenangan sesaat bersamanya. Aku akui temanku sudah punya karir yang berkembang dengan baik dan aku hanya terus – terusan bersama dengan Dodo, entah apa yang kulakukan bersamanya tidak ada yang membuat karirku atau pun karirnya juga berkembang. Aku akui selama itu juga aku dibutakan oleh cinta , yang kusesali saat ini sangat banyak; dari kehilangan orang yang aku sayangi , dan kehilangan waktu yang tidak mungkin bisa dikembalikan. Banyak hal kulewatkan yang bisa membuatku lebih tinggi lagi, tapi ternyata aku tidak sadar karena buta akan cinta.

“Menjalin hubungan itu tidak buruk yang membuatnya buruk adalah bagaiman kita memperlakukannya. Carilah yang sepadan untukmu yang bukan hanya membuat mu senang namun juga bisa menuntunmu untuk bertumbuh lebih baik”

Natasya Fitriana Sagita  

LMA. 2018025

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai