Rintik

Kali ini kotaku berselimut mendung, mengantarkan rintik hujan yang perlahan terjun. Membawa aroma yang memanjakan indera penciumanku yang telah lama tertutup aroma debu. Meski melodi rintik tak mau membisu, alunannya tetap mengantarkan ingatanku berlabuh. Rintik, aku, kelas dan kamu. Kala itu, mataku tak henti menatap waktu, berlari kecil tak peduli percikkan air dari sepatu. Kelas segera dimulai dan aku belum masuk ke ruangan itu. Aku melihat harapan ketika menatapmu, dengan lantang dari kejauhan aku memanggilmu, berharap kau tak meninggalkanku lebih dulu dari ujung tangga itu. Nafasku memburu namun sebersit senyum tak akan luntur.
Aku rindu masa itu …

Eka Aprilia // LMA.2019007

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai