5 Fakta Tentang Lupus yang Jarang Diketahui

Dengan diperingatinya hari Lupus Sedunia pada tanggal 10 Mei 2020, kita perlu tau nih apa aja sih fakta-fakta tentang Lupus yang perlu kita ketahui? Yuk kita simak bareng!

  1. Lupus Merupakan Penyakit Autoimun Kronis

Ternyata, lupus merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit yang terjadi karena kondisi autoimun. Penyakit ini terjadi karena peradangan pada jaringan ikat yang mengakibatkan terjadinya kerusakan beberapa organ tubuh sebagai dampak dari timbulnya masalah pada sistem imunitas tubuh. Organ tubuh yang bisa terpengaruh, termasuk paru-paru, kulit, ginjal, pembuluh darah, sendi, sel darah, hingga saraf. Oleh karena termasuk ke dalam penyakit autoimun, gejala yang mudah dikenali adalah mudahnya tubuh mengalami peradangan, infeksi, maupun terserang penyakit karena imunitas tubuh yang tidak baik.

2. Ada Beragam Jenis Lupus

Fakta lain tentang penyakit lupus yang belum banyak orang tahu adalah penyakit ini ternyata memiliki banyak jenis. Selain lupus sistemik atau SLE yang menyerang organ dan sendi dan menjadi jenis lupus yang paling banyak terjadi, masih ada lagi yaitu discoid lupus yang menyerang kulit, sehingga memicu timbulnya ruam yang tidak menghilang, lupus karena penggunaan obat, lupus neonatal yang menyerang bayi baru lahir, dan lupus subacute cutaneous erythematosus yang membuat kulit yang terpapar cahaya matahari menjadi sakit.

3. Pengidap Lupus Terbanyak adalah Wanita

Nah, ini mungkin yang kamu tidak tahu, bahwa sekitar 90 persen angka pengidap lupus tidak hadir dari pria, melainkan wanita. Bahkan, wanita memiliki risiko 10 kali lebih besar untuk terserang lupus dibandingkan dengan pria. Usia 18 hingga 45 tahun adalah rentang yang paling berisiko mengalami lupus. Waspada pula lupus pada wanita hamil, karena penanganan yang terlambat atau tanpa penanganan, lupus yang terjadi pada ibu hamil bisa membahayakan ibu dan janin.

4. Lupus Sulit Terdiagnosis

Mengapa? Karena gejala lupus yang sering muncul sering disalahartikan sebagai gejala penyakit lain karena terbilang mirip. Inilah mengapa lupus kerap berakhir dengan terlambat penanganan karena diagnosis yang terbilang rumit dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Biasanya, diagnosis lupus dibuat berdasarkan gejala yang dialami dan dikaitkan dengan riwayat penyakit yang pernah diidap.

5. Pengobatannya Bergantung pada Jenis dan Gejalanya

Hingga kini, pengobatan untuk menangani lupus pun masih berkisar pada gejala yang terjadi. Misalnya, jika lupus terjadi karena masalah imunitas tubuh pada sendi dengan gejala, seperti nyeri otot, nyeri sendi, ruam kulit, dan kelelahan, pengobatan pun ditujukan untuk mengurangi tingkat keparahan gejalanya. Meski begitu, pemberian obat mungkin beragam apabila terjadi komplikasi serius pada beberapa organ.

Daniel S.

24010118130051

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai